Loading . . .

Sudah memasuki bulan Ramadan lagi nih, Generasi Hijau! Pasti kita akan lebih sibuk menyiapkan makanan berbuka dan sahur. Apakah kamu atau orang di rumahmu masak? Atau kamu memilih beli agar lebih praktis? Yang manapun itu, pastikan tidak ada makanan yang terbuang, ya.

Ramadan seharusnya menjadi bulan di mana kita menahan hawa nafsu. Bukan hanya lapar dan haus, namun juga menahan keinginan untuk membeli barang yang tidak kita perlukan, termasuk makanan. Tahukah Generasi Hijau, ironisnya justru di bulan Ramadan sampah makanan meningkat? Pada hari selain Ramadan saja, Food and Agriculture Organization dari PBB mencatat, setiap penduduk Indonesia menghasilkan sekitar 300 kg sampah makanan tiap tahunnya. Dikutip dari Malay Mail, angka ini meningkat 20-30% pada bulan Ramadan di negara mayoritas Muslim.

Sampah makanan yang terhitung tersebut bukan hanya pangan jadi, namun juga limbah makanan dari hasil proses memasak. Sayuran yang cenderung murah membuat kita kadang menyia-nyiakannya dengan langsung membuang sisa masakan ke tempat sampah atau komposter. Padahal, banyak sisa sayuran yang dapat kita tanam kembali (regrow). Uang yang kita gunakan untuk beli kebutuhan dapur dapat ditukar dengan waktu yang dibutuhkan dan kesabaran kita menunggu tanaman kita tumbuh.

Tanam sisa sayur

Untuk kita yang tinggal di apartemen atau rumah tanpa halaman, rasanya kadang iri dengan mereka yang bisa memasak dari kebun sendiri, ya. Sebenarnya, dengan memanfaatkan sedikit wadah dan beberapa ruang dekat jendela untuk sinar matahari, kita juga bisa urban farming di unit apartemen kita! Berikut beberapa sayuran yang dapat ditanam ulang dengan media yang tidak makan tempat.

Sawi, pakcoy dan selada

Tiga sayuran ini pasti meninggalkan bonggol yang tidak kita makan. Jangan buru-buru dikompos, bonggolnya dapat menumbuhkan sayur lagi untuk nanti kita panen. Letakkan 5 cm bonggol sayuran tersebut di wadah berisi air, jangan sampai tenggelam. Simpan di tempat yang terkena sinar matahari. Setelah 3 hari, tunasnya akan mulai terlihat. Pindahkan ke pot setelah 7 hari.

Menanam selada dari bonggolnya. (Sumber: Heather Buckner/Gardener’s Path)

Serai

Letakkan ujung batang serai di air, pastikan wadahnya memungkinkan batangnya berdiri. Ganti airnya setiap hari untuk mencegahnya berlumut. Dalam seminggu, kamu akan punya suplai serai tanpa perlu beli lagi. Jangan lupa pindahkan serai ke tanah setelah tumbuh sekitar 5cm. Ketika dibutuhkan, gunting saja lalu biarkan tumbuh lagi.

Daun bawang, bawang bombay, bawang putih dan merah

Bawang-bawangan ialah sayuran yang paling mudah ditanam kembali. Perawatannya juga tidak sulit. Kubur saja ujung bawang di dalam tanah, dalam waktu 4 hari akan mulai terlihat tunasnya. Pastikan masih ada ‘mata’ tempat akarnya tumbuh, ya. Untuk daun bawang, kamu tinggal letakkan ujung daunnya di air seperti hendak menanam serai. Lebih mudah lagi jika kamu punya daun bawang yang masih ada akarnya.

Daun bawang dalam gelas. (Sumber: The Gardening Cook/Pinterest)

Rosemary, thyme, basil, dan cilantro

Dedaunan herbal yang bukan asli Indonesia ini biasanya jarang ditemukan di pasar tradisional. Untuk mendapatkannya perlu pemasok khusus, atau kita dapat beli di supermarket di pusat belanja. Karena aksesnya agak sulit dibanding sayuran lainnya, akan lebih mudah kalau kita beli satu kali dan tanam sendiri.

Herbal Mediterania sekarang bisa kita nikmati di dapur sendiri. (Sumber: Kirsten Boehmer)

Sisakan sekitar 5 cm batang dan daun. Letakkan di air, ganti airnya setiap hari. Tunggu hingga akarnya tumbuh dan bisa dipindahkan ke pot.

Tanam kembali buahmu

Ketika beli buah, rasanya agak sayang kalau kita langsung buang bijinya ya. Yuk, manfaatkan sisa biji buah untuk tanam tumbuhan baru.

Stroberi dan tomat

Tahukah Generasi Hijau, bintik kecil stroberi yang turut kita makan ialah bijinya? Sementara biji tomat yang terkandung dalam satu buah dapat mencapai 150-300 biji.  Untuk memanfaatkan bijinya, iris kecil stroberi dan tomat, letakkan dalam pot yang sudah diisi tanah. Tutup dengan tanah lagi di atasnya. Pastikan tanahnya selalu lembab dan letakkan di tempat yang hangat. Dalam waktu dua minggu, akan tumbuh tunas baru.

Simpan tomat di pot, lalu tutup lagi dengan tanah. (Sumber: Shirley E/Thrifty Fun)

Alpukat

Buah ini butuh waktu lebih banyak dibanding sayuran dan herbal yang tadi sudah disebutkan, jadi kamu butuh kesabaran penuh ya. Bersihkan biji buah alpukat, lalu keringkan. Tusukkan tiga buah tusuk gigi mengelilingi alpukat seperti gambar di bawah. Tusukan harus berbentuk melingkar di garis lurus, dan agak serong ke bawah Tusuk gigi ini gunanya untuk menyangga biji di wadah air.

Alpukat berusia satu bulan. (Sumber: Ingrid HS/Getty Images)

Simpan biji alpukat di wadah air. Bagian atas yang bentuknya lebih lonjong adalah tempat tumbuh tunasnya, dan bagian bawah tempat tumbuh akar yang bentuknya sedikit lebih datar dibanding yang atas. Pastikan seperempat bagian biji alpukat terendam air. Generasi Hijau bisa menuangkan satu sendok gula pasir ke dalam air untuk menambah nutrisi pertumbuhan tunas dan akar alpukat. Kemudian, letakkan di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung. Jangan lupa ganti airnya setiap lima hari sekali.

Di hari ke-45, akarnya akan terlihat rimbun dan batangnya sudah tinggi. Potong batang sekitar 7 cm untuk merangsang pertumbuhannya. Ketika batangnya sudah menghasilkan daun cukup banyak, pindahkan ke tanah. 

Nanas

Putar daun mahkota nanas untuk memisahkan daun dan buahnya. Kupas beberapa daun di bawahnya untuk membuka batang. Balik dan biarkan mengering selama seminggu.

Setelah batang nanas mengering, siapkan empat tusuk gigi dan wadah air yang mulutnya cukup lebar. Tusuk batangnya seperti hendak menanam biji alpukat tadi. Rendam batangnya, dan letakkan di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung. Hindari suhu ekstrem di sekitar tunas nanas, pastikan tidak terlalu panas atau terlalu dingin.

Ganti airnya setiap lima hari sekali. Pertumbuhan akar nanas akan memakan waktu hingga satu bulan, jadi kamu harus lebih sabar lagi dibanding ketika tanam alpukat ya. Ketika akarnya sudah cukup panjang, pindahkan dalam pot.

Jeruk, apel, ceri, pir dan kiwi

Biji di buah-buahan ini dapat langsung kita pisahkan dari daging buahnya. Keringkan dulu, lalu langsung kubur di pot. Untuk mempercepat pertumbuhan tunasnya, Generasi Hijau dapat membuat rumah kaca DIY dengan botol plastik bekas seperti di bawah ini.

(Sumber: Hanna/Tracks of Foxes)

Selain membantu mengurangi sampah makanan, Generasi Hijau juga punya persediaan bahan makanan dari kebun sendiri. Minim sampah dan minim pengeluaran, pasti menyenangkan, ya!

Referensi

H, D. (2018, February 6). 10 VEGETABLES YOU CAN REGROW FROM SCRAP. Retrieved from SPUD Vancouver: https://about.spud.com/blog-regrowing-vegetables-from-scrap/

Will, M. J. (2020, November 21). 39 Vegetables, Fruits, and Herbs to Regrow from Scraps. Retrieved from Empress of Dirt: https://empressofdirt.net/regrow-vegetable-scraps/

Spread the News

Share to Social Media

Share on twitter
Share on facebook
Share on linkedin
Share on pinterest

Greeneration Foundation © 2021 | All Rights Reserved

Designed By Greeneration Foundation

Support Organization

Support Specific Program

Subscribe

* indicates required