Potensi Ekonomi Biru di Indonesia

Foto 1. Nelayan Dusun Pancer, Banyuwangi Menangkap Ikan (Rendra Rafsanjani Arifin / EcoRanger)
Foto 1. Nelayan Dusun Pancer, Banyuwangi Menangkap Ikan (Rendra Rafsanjani Arifin / EcoRanger)

Generasi Hijau, seberapa berharga laut untukmu? Apa yang penting dari laut untukmu? Apakah karena kamu sangat suka ikan dan agar-agar? Atau karena kamu butuh laut untuk healing dari kegelisahan hati dan pikiran? Apapun artinya buatmu, bagi sebagian masyarakat Indonesia, laut adalah sumber penghidupan mereka. Jika laut tidak baik-baik saja, pasti kita semua akan terancam. Jadi, ekonomi biru mencoba hadir sebagai solusi untuk menjaga laut kita. 

 

Menurutmu, apakah ekonomi biru bisa memulihkan laut kita yang sedang tidak baik-baik saja? 

Ekonomi Biru

Foto 2. Dermaga Dusun Pancer, Banyuwangi (Rendra Rafsanjani Arifin / EcoRanger)
Foto 2. Dermaga Dusun Pancer, Banyuwangi (Rendra Rafsanjani Arifin / EcoRanger)

Dengan wilayah perairan mencakup 62% dari total luas teritori Indonesia, negeri ini memiliki potensi maritim yang sangat besar. Potensi itu bisa terlihat dari sektor perikanan, pariwisata, transportasi, konservasi, dan ekonomi. Menurut Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, potensi ini memiliki nilai ekonomi USD 1.338 miliar per tahun atau lebih dari 20 triliun rupiah, dengan catatan jika dikelola secara serius.

Potensi tersebut telah memberikan penghidupan bagi masyarakat Indonesia. Namun, tak dipungkiri ada saja pihak yang mengeksploitasinya. Mereka serakah untuk meraup keuntungan besar dari sumber daya alam. Keserakahan ini menimbulkan kerusakan ekosistem laut. Berawal dari kerusakan laut, potensi ekonomi juga akan berkurang. Ini selaras dengan menurunnya potensi sumberdaya pendukung ekonomi.

 

Oleh karena itu, Ekonomi Biru dicetuskan sebagai solusi untuk mempertahankan daya dukung alam terhadap ekonomi. Ekonomi biru adalah gagasan untuk mengelola laut secara berkelanjutan. Tujuan utamanya untuk membangun sektor perekonomian. 

Potensi dan Manfaat Ekonomi Biru di Berbagai Sektor Maritim

Foto 3. Diving di Wakatobi (My Journey Indonesia)
Foto 3. Diving di Wakatobi (My Journey Indonesia)

Di Indonesia, konsep ini diterapkan untuk mengembangkan perekonomian dari pariwisata bahari, transportasi laut, perikanan, dan konservasi laut. Generasi Hijau tahu kalau Indonesia sangat kaya akan pesona alam bawah lautnya. Destinasi wisata bahari adalah favorit wisatawan. Agar tetap selaras dengan ekonomi biru, pariwisata bahari dikembangkan dengan konsep pariwisata berkelanjutan. 

 

Selanjutnya, transportasi laut juga membuka jalan bisnis di sektor maritim. Transportasi laut masih sangat dibutuhkan untuk distribusi barang dan angkutan penumpang. Ini adalah kunci penghubung utama yang menghubungkan puluhan ribu pulau di Indonesia. 

 

Selain itu, pengembangan sektor perikanan juga mendukung berkembangnya ekonomi biru. Dalam menerapkan konsep ini, sektor perikanan harus mengupayakan proses penangkapan ikan tanpa merusak lingkungan. Caranya dengan melarang penggunaan alat tangkap seperti pukat harimau, bom, dan jaring tarik. Illegal fishing dan overfishing juga dilarang untuk melestarikan dan menjaga populasi ikan.

 

Satu lagi yang terpenting adalah sektor konservasi. Banyak yang tidak menyangka sektor ini bisa mendatangkan keuntungan ekonomi yang besar. Kebanyakan orang berpikir konservasi hanya akan menghabiskan biaya. Nyatanya, konservasi penting untuk memperbanyak sumber daya ikan untuk dikonsumsi. Merawat ekosistem laut juga mendukung potensi pemenuhan kebutuhan obat-obatan, pangan, hingga kosmetik. Investasi dalam bidang penelitian konservasi laut juga membuka peluang untuk menemukan potensi baru dari laut.

Menjaga Ekonomi Biru Untuk Solusi Berkelanjutan

Foto 4. Presiden Jokowi Melakukan Restorasi Mangrove (Biro Setpres)
Foto 4. Presiden Jokowi Melakukan Restorasi Mangrove (Biro Setpres)

Banyaknya potensi laut yang dapat dimanfaatkan untuk pertumbuhan ekonomi biru harus didukung pengawasan ketat. Ini dilakukan agar tidak menjadi pedang bermata dua. Bijak dalam melakukan konsumsi dan produksi jadi modal penting untuk menghindari eksploitasi. Cobalah merasa cukup. Keberlanjutan alam adalah aspek yang tidak boleh dilupakan dalam membangun ekonomi biru.

 

Pemerintah Indonesia memiliki empat strategi yang digunakan dalam ekonomi biru. Pertama, membenahi sistem pengelolaan laut dan pesisir. Sistem ini mengatur rehabilitasi habitat mangrove, tata ruang laut, dan batasan penangkapan ikan. Kedua, penyediaan infrastruktur penanganan limbah dan penyediaan air bersih. Aspek ini sangat penting untuk melindungi ekosistem dari kerusakan. Selain itu, ini adalah solusi untuk menjamin kualitas hidup masyarakat sekitar. 

 

Ketiga, membenahi sistem pendataan juga penting sebagai dasar penentuan kebijakan, rencana pengembangan potensi, dan strategi perlindungan laut. Data harus mampu menyampaikan informasi secara rinci dan akurat. Keempat, adalah memanfaatkan momentum pemulihan ekonomi jangka pendek pasca Covid-19. Momen ini dimanfaatkan untuk memulai pelaksanaan strategi penerapan ekonomi biru. 

 

Pemerintah tidak bisa bergerak sendiri. Kita semua harus berperan sesuai kapasitas masing-masing. Mulai dari masyarakat, akademisi, pelaku industri, dan pemangku kebijakan harus terlibat. Semua berkolaborasi untuk membangun dan mengawasi jalannya ekonomi biru. Pengawasan adalah poin penting untuk memastikan solusi ini tak jadi janji manis semata. 

Author :

Aviaska Wienda Saraswati

Aviaska Wienda Saraswati

Sebarkan Artikel

Bagikan ke Media Sosial​

Berlangganan

* Diperlukan