Trash Boom: Menghadang Sampah Sungai Ke Laut

Foto 1. Trash Boom (Greeneration Foundation)
Foto 1. Trash Boom (Greeneration Foundation)

Generasi Hijau, sampah sudah sangat mencemari sungai-sungai. Belum lagi pencemaran sungai juga berimbas ke laut. Seperti yang sudah pernah kita bahas di artikel ini, lebih dari 2.4 juta ton sampah plastik dunia dari sungai berakhir di laut. Kita harus merespon masalah ini dengan menghadirkan solusi. Lalu, adakah cara untuk mencegah sampah sungai masuk ke laut? Ini jawabannya!

Trash Boom

Foto 2. Instalasi Trash Boom Citarum Repair (Greeneration Foundation)
Foto 2. Instalasi Trash Boom Citarum Repair (Greeneration Foundation)

Pernah melihat alat yang mengapung di sungai dan menahan sampah yang mengapung? Alat itu disebut trash boom atau trash barrier. Trash boom biasanya dipasang di muara sungai untuk menangkap sampah sungai agar tidak bocor ke laut. Ini adalah salah satu teknologi yang membantu pengelolaan sampah sungai. 

 

Teknologi ini terbilang cukup baru, terutama di Indonesia. Penggunaannya pun masih belum merata tersebar di seluruh sungai di Indonesia. Wajar saja, Indonesia punya setidaknya 5.590 aliran sungai utama. Di Indonesia, konsep teknologi ini ada yang dibuat dari bahan tradisional maupun teknologi khusus. 

 

Trash boom tradisional bisa dibuat dari jaring bahkan jerigen yang dirangkai memanjang. Alat tersebut bisa jadi alternatif jika belum mampu untuk menyediakan alat yang lebih mutakhir. Trash boom yang lebih mutakhir biasanya terbuat dari baja dan aluminium. Bentuknya saat mengapung menyerupai tabung yang dirangkai memanjang. Ada alat yang dibagian bawahnya terdapat jaring besi. Ini berfungsi untuk memberi jalan ikan.

 

Alat ini sangat mudah dipasang dan dioperasikan. Selain itu, alat ini juga dapat bekerja 24 jam non stop untuk menangkap sampah. Daya tahan trash boom dengan teknologi yang mutakhir tentunya juga baik. Alat ini tahan korosi dan kokoh. Jika dibandingkan trash boom tradisional, tentunya ini lebih awet. 

Sistem Operasi

Foto 3. Trash Boom Milik Greeneration Foundation di Sungai Citarum (Greeneration Foundation)
Foto 3. Trash Boom Milik Greeneration Foundation di Sungai Citarum (Greeneration Foundation)

Untuk menggunakan alat ini, kita harus menentukan lokasi bantaran sungai yang masih terjangkau moda transportasi. Ini penting karena lokasi harus bisa diakses alat transportasi angkutan sampah. Trash boom sebaiknya dipasang di muara sungai untuk mencegah sampah bocor ke laut. 


Alat ini dipasang melintang dari tepi sungai satu ke tepi sungai lainnya. Setelah dipasang, alat akan berfungsi otomatis menangkap sampah yang hanyut melewatinya. Sampah yang terkumpul kemudian dibawa ke daratan dengan diangkut menggunakan perahu atau conveyor. Selanjutnya, sampah bisa dimasukkan ke gerobak atau mobil pengangkut sampah.

Citarum Repair Manfaatkan Trash Boom Untuk Tangkap Sampah

Foto 4. Instalasi Penangkapan dan Pengangkutan Sampah Citarum Repair (Greeneration Foundation)
Foto 4. Instalasi Penangkapan dan Pengangkutan Sampah Citarum Repair (Greeneration Foundation)

Citarum Repair tak ingin menyia-nyiakan manfaat yang ditawarkan teknologi ini. Program ini juga menggunakannya di Sungai Citarum untuk menangkap sampah yang terapung di sungai. Selain itu, alat ini juga dipakai untuk menangkap eceng gondok. Eceng gondok dimanfaatkan masyarakat untuk membuat kerajinan. 

 

Penangkap sampah yang dipasang di Sungai Citarum panjangnya mencapai 30 meter. Panjangnya bisa disesuaikan dengan lebar permukaan air sungai. Untuk mengangkut sampah yang sudah terjebak, sistem conveyor digunakan. Sampah akan diarahkan menggunakan jaring ke mulut conveyor. Setelah itu mesin akan bergerak untuk memindahkan sampah ke darat. Conveyor ini digerakkan dengan memanfaatkan tenaga surya. 


Sejak digunakan pada Desember 2021, trash boom milik salah satu program Greeneration Foundation ini sudah menangkap lebih dari 150 ton sampah (Data Sampah, Citarum Repair). Berat tersebut setara dengan berat 40 ekor Gajah sumatera. Sampah tersebut dikelola lebih lanjut bersama industri daur ulang. Teknologi ini dimanfaatkan untuk mengefisienkan berjalannya sistem pengelolaan sampah berkelanjutan.

Author :

Aviaska Wienda Saraswati

Aviaska Wienda Saraswati

Sebarkan Artikel

Bagikan ke Media Sosial​

Berlangganan

* Diperlukan