ID
|
Bagaimana Deforestasi Memperburuk Krisis Iklim

Bagaimana Deforestasi Memperburuk Krisis Iklim

Ilustrasi warga menggunakan perahu motor saat terjadi banjir di Sintang Kalimantan Barat (Sumber: ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang)
Ilustrasi warga menggunakan perahu motor saat terjadi banjir di Sintang Kalimantan Barat (Sumber: ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang)

Daftar Isi

Banjir di Sintang Kalimantan Barat yang terjadi sejak awal November 2021 belum kunjung surut setelah lebih dari tiga pekan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sintang mencatat bahwa setidaknya terdapat 124.497 warga terdampak oleh banjir ini dan 25.884 di antaranya terpaksa harus mengungsi. Bencana banjir yang terjadi di Sintang saat ini merupakan salah satu potret nyata dari krisis iklim. Bencana banjir ini disebabkan oleh meningkatnya intensitas curah hujan akibat cuaca ekstrem dan berkurangnya daerah resapan air akibat deforestasi.

Deforestasi adalah aktivitas penebangan atau penggundulan hutan agar lahan hutan dapat dialihfungsikan untuk penggunaan lain di sektor non-kehutanan. Sejak 2010 hingga 2020, rata-rata net penyusutan hutan di dunia mencapai 4.7 juta hektar per tahun. Namun, angka laju deforestasi secara global justru lebih tinggi, yakni mencapai 10 juta hektar per tahun. Rata-rata net penyusutan hutan ini diukur dari jumlah deforestasi dan tambahan hutan yang tumbuh dalam suatu periode. Penyebab dari deforestasi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti alih fungsi lahan untuk pertanian, perkebunan, peternakan, dan pertambangan. Komoditi yang dominan menyebabkan deforestasi secara global di antaranya adalah: daging sapi (41%), kedelai dan sawit (10%), dan produk kayu (5%).

Dampak Buruk Deforestasi

Hutan berperan penting dalam upaya mitigasi perubahan iklim karena memiliki kemampuan untuk menyerap dan menyimpan karbon dari proses fotosintesis. Namun, ketika ditebang atau dibakar, hutan justru akan mengeluarkan karbon yang tersimpan ke atmosfer. Setiap tahun, sekitar 5.2 miliar ton karbondioksida mencemari atmosfer karena deforestasi. Angka ini setara dengan 10% emisi gas rumah kaca global yang terhitung sejak 2009 hingga 2016.

Hilangnya fungsi hutan akibat deforestasi tentunya akan berdampak buruk terhadap keseimbangan ekosistem. Keanekaragaman hayati yang terdapat di dalam hutan akan terancam punah. Selain itu, deforestasi juga dapat menyebabkan degradasi tanah, kekeringan, longsor, dan banjir sehingga dapat berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat seperti yang terjadi di Kabupaten Sintang.

Berbagai Upaya Atasi Deforestasi

Ilustrasi kayu hutan yang ditebang hasil deforestasi (sumber: pexels)
Ilustrasi kayu hutan yang ditebang hasil deforestasi (sumber: pexels)

Pada awal November lalu, para pemimpin dunia berkumpul di Glasgow untuk KTT Perubahan Iklim atau COP 26 yang diselenggarakan oleh PBB untuk mendiskusikan aksi dan komitmennya untuk mengatasi krisis iklim. Isu deforestasi pun menjadi salah satu perbincangan penting dalam konferensi tersebut. Lebih dari 100 negara termasuk Indonesia telah sepakat untuk mengakhiri masalah ini di 2030. Negara lain yang menguasai sekitar 85% hutan secara global seperti Brazil, Kanada, Russia, China, Kongo, AS, dan Inggris pun turut menandatangani perjanjian tersebut. Melalui perjanjian ini, dana sekitar 19.2 miliar dollar direncanakan akan dialokasikan untuk merestorasi degradasi hutan, mengatasi kebakaran hutan, dan melindungi masyarakat.

Perjanjian untuk mengakhiri deforestasi di 2030 ini tentu bisa disambut baik, namun pada pelaksanaannya harus tetap dikawal dan diawasi. Pasalnya, perjanjian serupa pernah dilakukan sebelumnya. Beberapa negara sebelumnya telah sepakat untuk mengurangi separuh deforestasi di 2020 dan mengakhirinya di 2030 melalui The New York Declaration on Forest 2014. Namun, pada kenyataannya angka lajunya justru tetap meningkat.

Selain melalui upaya struktural, masyarakat juga dapat terlibat dalam upaya mengatasi deforestasi melalui aksi individu. Kini, beberapa organisasi lingkungan sudah menyediakan jasa donasi tanam pohon sehingga konsumen bisa langsung terlibat dalam upaya reforestasi secara mudah. Pada 28 November, Indonesia akan menyambut hari menanam pohon. Hari ini juga bisa dijadikan momen bagi masyarakat untuk menanam pohon baik secara mandiri atau melalui organisasi lingkungan.

Implementasi konsumsi dan produksi berkelanjutan pun tentunya berperan penting dalam mengatasi isu ini. Pada acara COP 26, 28 negara bahkan sepakat untuk menolak perdagangan global untuk produk makanan dan pertanian yang terkait dengan deforestasi seperti minyak sawit, kedelai, dan kakao. Dalam tingkat individu, masyarakat dapat mendukung konsumsi dan produksi berkelanjutan dengan menjalankan gaya hidup ramah lingkungan seperti hidup minim sampah, mengurangi penggunaan produk berlebihan, dan teliti dalam memilih merek produk.

Referensi
  • https://regional.kompas.com/read/2021/11/24/113424378/banjir-di-sintang-kalbar-jadi-yang-terbesar-dan-terlama-sejak-1963 accessed on  25 November 2021
  • https://www.cnnindonesia.com/nasional/20211116084504-20-721696/sebulan-banjir-sintang-25-ribu-orang-mengungsi-listrik-padam accessed on 25 November 2021
  • https://www.forestdigest.com/detail/1445/banjir-sintang accessed on 25 November 2021
  • https://ourworldindata.org/deforestation accessed on 25 November 2021
  • Deforestation can raise local temperatures by up to 4.5℃ – and heat untouched areas 6km away (theconversation.com) accessed on 25 November 2021
  • https://www.bbc.com/news/science-environment-59088498 accessed on 25 November 2021
  • https://theconversation.com/organized-crime-is-a-top-driver-of-global-deforestation-along-with-beef-soy-palm-oil-and-wood-products-170906 accessed on November 2021
Ingin Terus Mendapatkan Informasi Terbaru Kami? Berlangganan Sekarang

Dengan berlangganan kamu telah menyetujui Kebijakan Privasi yang berlaku.

img 9429 cleanup

Mau up-date tentang kondisi lingkungan terkini?
Berlangganan sekarang!

Masukkan e-mailmu dan kami akan kirimkan berbagai informasi lingkungan menarik dan berbobot hanya untuk kamu, Generasi Hijau!

Dengan berlangganan kamu telah menyetujui Kebijakan Privasi yang berlaku.