ID
|
Bersihkan Sampah Digital dengan Digital Decluttering

Bersihkan Sampah Digital dengan Digital Decluttering

rak server di pusat data (sumber: pexels/brett sayles)
rak server di pusat data (sumber: pexels/brett sayles)

Daftar Isi

Bukan hanya sampah sehari-hari saja yang perlu kita bersihkan, sampah digital juga perlu dibersihkan. Aktivitas digital yang kita lakukan dengan gadget kita dapat memproduksi jejak karbon yang merupakan penyebab perubahan iklim. Saat ini, ada sekitar 4.1 miliar orang yang menggunakan internet. Sementara di Indonesia, jumlah pengguna internet mencapai 83.7 juta pada 2014. Penggunaan internet ini dapat menghasilkan jejak karbon digital yang setara dengan 3.7% emisi global. Bahkan, angka ini diprediksi dapat meningkat dua kali lipat pada 2025.

Dari mana jejak karbon digital ini berasal? Jejak karbon digital pada penggunaan internet berasal dari proses manufaktur dan pengiriman perangkat elektronik yang dapat menimbulkan polusi udara. Selain itu, jejak karbon digital juga bersumber dari pengeluaran energi perangkat elektronik yang sebagian besar masih bersumber dari energi fosil. Oleh karena itu, sebagai pengguna kita harus mulai bijak dalam melakukan aktivitas digital. Salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk mengurangi jejak karbon digital adalah membersihkan sampah digital melalui kegiatan digital decluttering.

Infografis jejak karbon dari sampah digital
Infografis jejak karbon dari sampah digital

Apa Itu Digital Decluttering?

Digital decluttering adalah upaya memilah dan membersihkan sampah digital yang terdapat pada gadget kita. Sampah digital tersebut dapat berupa data atau dokumen yang menumpuk, riwayat pencarian internet, dan spam email. Dengan menghapus sampah digital yang tidak kita perlukan lagi, aktivitas digital kita dapat lebih terorganisir dan efisien sehingga dapat meningkatkan produktivitas. Lalu, langkah apa saja yang bisa kita lakukan untuk melakukan digital decluttering?

1. Membersihkan Email

Email yang menumpuk merupakan sampah digital yang dapat menghasilkan jejak karbon digital. Email standar dapat menghasilkan jejak karbon sekitar 4 gram CO2e dan email dengan lampiran dapat menghasilkan jejak karbon sekitar 50 gram CO2e. Kita bisa mulai mengurangi jejak karbon digital dari email dengan menghapus email yang sudah dibaca, spam, dan berhenti berlangganan newsletter yang tidak perlu.

2. Pilah dan Hapus Data Digital yang Tidak Perlu

Sampah digital seperti foto, video, riwayat penelusuran internet, dan dokumen yang tidak diperlukan juga dapat menghasilkan jejak karbon jika tetap dibiarkan menumpuk pada gadget atau penyimpanan cloud storage. Data yang kita simpan pada penyimpanan cloud storage sebenarnya disimpan di data center atau pusat data. Data center membutuhkan energi untuk mengoperasikannya. Jejak karbon dari data center setara dengan 2% emisi global. Angka ini diperkirakan akan naik 3.2% di 2025 dan 14% di 2040.

Pengolahan sampah konvensional lebih baik dilakukan dengan mengurangi sampah terlebih dahulu sebelum mendaur ulangnya. Hal ini pun sama dengan sampah digital. Kita dapat mengurangi jejak karbon dan sampah digital dengan mengurangi aktivitas digital yang tidak perlu. Cobalah pilah aktivitas digital mana yang perlu kamu prioritaskan dan buatlah batasan. Salah satu contoh yang bisa kita lakukan adalah mengurangi konsumsi video yang tidak perlu. Menurut sebuah lembaga penelitian di Prancis, menonton video online dapat menghasilkan jejak karbon sekitar 1% dari total emisi global.

Konvensional VS Digital, Mana yang Lebih Ramah Lingkungan?

Meskipun aktivitas digital dapat menghasilkan sampah digital dan jejak karbon digital, perlu kita ingat bahwa dalam kondisi tertentu aktivitas digital dapat lebih ramah lingkungan daripada aktivitas yang kita lakukan secara konvensional. Jika kita ingin melakukan rapat, rapat virtual dapat lebih ramah lingkungan daripada rapat tatap muka. Rapat virtual hanya memproduksi jejak karbon sebesar 7% dari jejak karbon rapat tatap muka. Selain itu, membaca secara digital juga lebih baik daripada membaca menggunakan kertas secara konvensional.

Untuk mendukung implementasi konsumsi dan produksi berkelanjutan dari sektor digital, kita juga dapat mengurangi jejak karbon digital dengan menjaga gadget kita agar lebih tahan lama dan tidak menyebabkan e-waste atau sampah elektronik. Sebuah studi dari University of Edinburgh menemukan bahwa memperpanjang penggunaan komputer dan monitor dari 4 ke 6 tahun dapat mencegah sekitar 190 kg CO2e. Jadi, jagalah gadget yang kita punya agar bisa lebih tahan lama. Jika ingin membeli gadget, kamu juga bisa mempertimbangkan gadget bekas yang masih berkualitas. Aktivitas pengurangan jejak karbon digital ini tentunya sesuai dengan prinsip konsumsi dan produksi berkelanjutan.

Referensi
  • https://www.climatecare.org/resources/news/infographic-carbon-footprint-internet/ diakses 5 Januari 2022
  • https://www.bbc.com/future/article/20200305-why-your-internet-habits-are-not-as-clean-as-you-think diakses 5 Januari 2022
  • https://www.zelladc.com/insights/how-is-your-data-centre-affecting-your-carbon-footprint diakses 5 Januari 2022
Ingin Terus Mendapatkan Informasi Terbaru Kami? Berlangganan Sekarang

Dengan berlangganan kamu telah menyetujui Kebijakan Privasi yang berlaku.

img 9429 cleanup

Mau up-date tentang kondisi lingkungan terkini?
Berlangganan sekarang!

Masukkan e-mailmu dan kami akan kirimkan berbagai informasi lingkungan menarik dan berbobot hanya untuk kamu, Generasi Hijau!

Dengan berlangganan kamu telah menyetujui Kebijakan Privasi yang berlaku.