ID
|
Erupsi Gunung Semeru, Bagaimana Kaitannya dengan Perubahan Iklim?

Erupsi Gunung Semeru, Bagaimana Kaitannya dengan Perubahan Iklim?

Erupsi Gunung Semeru (sumber: Antara Foto/Umarul Faruq)
Erupsi Gunung Semeru (sumber: Antara Foto/Umarul Faruq)

Daftar Isi

Gunung Semeru meletus pada 4 Desember 2021. Gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut mengeluarkan awan panas dan menelan puluhan korban jiwa. Per 17 Desember 2021, BNPB mencatat terdapat 48 orang meninggal, 27 luka-luka, dan 10.571 mengungsi. Kemunculan korban jiwa pada erupsi Gunung Semeru diduga disebabkan karena kurangnya sistem peringatan dini kepada warga. Indonesia memang dikenal sebagai negara cincin api sehingga rawan terjadi bencana alam seperti gempa bumi dan aktivitas vulkanis. Namun, erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada awal Desember lalu bukan hanya sekedar bencana alam yang terjadi secara natural. Para ahli mengungkap bahwa cuaca ekstrem juga turut memicu terjadinya erupsi Gunung Semeru.

Eko Budi Lelono sebagai Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan bahwa erupsi Gunung Semeru kemungkinan turut didorong oleh faktor eksternal. Hal ini karena catatan kegempaan relatif rendah dan tidak ada perubahan signifikan terhadap aktivitas suplai magma sepanjang November dan sebelum erupsi. Selain itu, curah hujan tinggi yang terjadi di sekitar puncak gunung telah meruntuhkan bibir lava sehingga memicu terjadinya erupsi.

Sementara itu, seorang pakar dari UNPAD juga menjelaskan bahwa banjir lahar yang terjadi pada saat erupsi Gunung Semeru juga diperparah oleh curah hujan tinggi. Akumulasi material vulkanis dialirkan oleh air dan hanyut ke bawah melalui lembahan dan sungai sehingga kawasan di lembahan Semeru disapu banjir lahar. Jika tidak ada curah hujan tinggi, material vulkanis yang keluar tidak akan langsung menjadi lahar. Namun karena curah hujan tinggi, material vulkanis langsung terkena air dan hanyut ke sungai.

Meningkatnya intensitas curah hujan di Indonesia pada penghujung 2021 disebabkan oleh fenomena La Nina. Fenomena La Nina ditandai dengan peningkatan intensitas curah hujan hingga 70% dari kondisi normal di sebagian besar wilayah Indonesia. Sebelumnya, BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) telah memperingatkan adanya kemungkinan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, angin puting beliung, dll. Fenomena La Nina ini menjadi sering terjadi akibat perubahan iklim.

Jaminan Kesuburan Tanah dari Erupsi Gunung Semeru

Erupsi Gunung Semeru ini telah mengakibatkan banyak korban jiwa serta menghancurkan ribuan rumah warga dan fasilitas umum. Namun, alam juga memiliki cara sendiri untuk membangun dan memulihkan kembali dengan memberikan tanah yang lebih subur. Pasir vulkanis dari Gunung Semeru mengandung unsur hara yang penting bagi kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman seperti kalsium oksida (18%), magnesium oksida (3,6%), potasium oksida (2,16%), dan fosfor pentaoksida (2,52%).

Tanah di Indonesia pada umumnya kekurangan fosfor sehingga kebanyakan petani harus memupuk tanamannya dengan pupuk fosfor. Namun, tersedianya unsur fosfor pada pasir vulkanis dapat menjadi peluang untuk menyuburkan tanah dan tanaman. Oleh karena itu, material vulkanis yang memiliki kandungan penting bagi kesuburan tanah. Ini perlu dimanfaatkan dengan baik alih-alih dibuang ke sungai. Namun, butuh beberapa tahun agar material vulkanis ini dapat digunakan untuk kesuburan tanah. Sehingga, upaya mitigasi seperti perbaikan tata ruang tanggap bencana dan peringatan dini juga perlu dikedepankan.

Erupsi Gunung Semeru telah menunjukan bahwa perubahan iklim dapat memperburuk bencana alam. Sebagai negara yang rawan terkena bencana karena terletak di wilayah cincin api, Indonesia memiliki risiko terdampak oleh perubahan iklim yang lebih besar. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengatasi perubahan iklim adalah menjalankan sistem konsumsi dan produksi berkelanjutan. Manfaatnya, aktivitas ekonomi dapat berdampingan dengan kepentingan pelestarian lingkungan.

Referensi
  • https://nasional.sindonews.com/read/631883/15/bnpb-48-meninggal-10571-warga-mengungsi-akibat-erupsi-gunung-semeru-1639786338
  • https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20211206065834-199-730245/ahli-ungkap-penyebab-erupsi-gunung-semeru
  • https://theconversation.com/gunung-semeru-meletus-sejarah-erupsinya-dan-jaminan-kesuburan-tanah-untuk-masa-depan-173238
  • www.unpad.ac.id/pakar-unpad-jelaskan-dampak-cuaca-ekstrem-terhadap-erupsi-gunung-semeru/
Ingin Terus Mendapatkan Informasi Terbaru Kami? Berlangganan Sekarang

Dengan berlangganan kamu telah menyetujui Kebijakan Privasi yang berlaku.

img 9429 cleanup

Mau up-date tentang kondisi lingkungan terkini?
Berlangganan sekarang!

Masukkan e-mailmu dan kami akan kirimkan berbagai informasi lingkungan menarik dan berbobot hanya untuk kamu, Generasi Hijau!

Dengan berlangganan kamu telah menyetujui Kebijakan Privasi yang berlaku.