ID
|
Kredit Plastik Untuk Hadapi Ancaman Pencemaran Sampah

Kredit Plastik Untuk Hadapi Ancaman Pencemaran Sampah

Potret Pelestari Sungai Citarum Memilah Sampah Botol Plastik (Faqih Mauludin / Greeneration Foundation)
Potret Pelestari Sungai Citarum Memilah Sampah Botol Plastik (Faqih Mauludin / Greeneration Foundation)

Daftar Isi

Kredit plastik disinyalir jadi solusi untuk mengurangi sampah plastik. Selain mengurangi sampah, solusi ini dapat mengembangkan sektor industri daur ulang sampah. Butuh pengawasan ketat untuk mengawal solusi ini.

Generasi Hijau, pernahkah kamu mendengar soal kredit plastik? Gagasan ini hadir untuk mengatasi masalah pencemaran sampah plastik. Solusi ini dinilai mampu untuk mengembangkan industri daur ulang sampah melalui penanaman modal untuk mendaur ulang sampah plastik di lingkungan. Seperti apa model bisnis ini berjalan? Simak selengkapnya di sini!

Kredit Plastik

Pencacahan Plastik di PT KIMONG (TOTABUAN.co)
Pencacahan Plastik di PT KIMONG (TOTABUAN.co)

Masalah sampah plastik masih terus terjadi baik di Indonesia maupun dunia. Indonesia sendiri menghasilkan 11.6 juta ton sampah plastik pada tahun 2021. Selain jumlah sampah yang tinggi, masalah sampah plastik diperburuk dengan rendahnya tingkat daur ulang sampah. Akibatnya, sampah yang tidak terdaur ulang hanya menumpuk di tempat pembuangan sampah atau mengendap di lingkungan. 

Untuk mengatasi lingkaran permasalahan sampah plastik tersebut, sistem kredit plastik muncul sebagai pengembangan dari kredit karbon. Serupa dengan kredit karbon, kredit ini menuntut produsen untuk menebus tiap ton produk plastik yang mereka keluarkan dengan mendanai industri atau proyek daur ulang sampah plastik. Kredit plastik diinisiasi oleh sebuah lembaga non-profit bernama Verra. Mereka berperan untuk mengawasi penerapan standar proyek kredit plastik dan menjalankan program penanganan plastik. 

Kredit plastik terdiri dari dua macam yaitu kredit untuk pengumpulan (Waste Collection Credits) dan daur ulang (Waste Recycling Credits) plastik. Untuk bisa mendapatkan kredit ini tiap institusi wajib mengumpulkan atau mendaur ulang sampah plastik sebanyak 1 ton metric plastik. Proses pengumpulan dan daur ulang sampah juga harus menerapkan metode yang berkelanjutan dan bertanggung jawab pada alam.

Manfaat Kredit Plastik

Pabrik Daur Ulang Botol Plastik PT. Veolia Services Indonesia (Siar.com)
Pabrik Daur Ulang Botol Plastik PT. Veolia Services Indonesia (Siar.com)

Adanya sistem ini membawa dua keuntungan utama bagi dunia, yaitu untuk mengurangi pencemaran sampah plastik dan mengembangkan industri daur ulang sampah plastik. Pelaku industri yang tidak mampu mengelola sampah plastik yang mereka hasilkan dari produknya dapat bekerjasama dengan industri daur ulang sampah plastik untuk mendaur ulang sampah. Syaratnya, mereka harus membayarkan biaya untuk pengelolaan sampah plastik per tonnya. Modal yang diterima industri daur ulang sampah bisa dimanfaatkan untuk operasional pengumpulan dan daur ulang sampah. Alhasil, industri daur ulang bisa menjaga keberlanjutan pengembangan bisnisnya.

Tantangan Menerapkan Kredit Plastik

Tumpukan Sampah Kemasan Plastik di Sungai Citarum (Aviaska Wienda S / Greeneration Foundation)
Tumpukan Sampah Kemasan Plastik di Sungai Citarum (Aviaska Wienda S / Greeneration Foundation)

Meskipun disinyalir dapat mendatangkan banyak manfaat, gagasan ini tetap menghadapi tantangan dalam penerapannya. Tantangannya adalah sesuai atau tidaknya jaminan kredit yang diberikan dengan realisasi pengelolaan sampah plastik yang terjadi. Industri yang telah membeli kredit akan mendapatkan sertifikat sebagai bukti telah berkontribusi mengurangi sampah plastik. Sama halnya dengan masalah kredit karbon, pengawasan yang tidak ketat dan berintegritas rawan menimbulkan manipulasi.

Selain itu, jangan sampai solusi ini menjadi alasan industri untuk tetap memproduksi plastik sama banyaknya atau bahkan lebih dari biasanya. Membeli kredit ini harusnya juga diiringi tanggung jawab untuk mengurangi produksi plastik. 

Penerapan Kredit Plastik di Indonesia

Pemilahan Sampah di Sungai Citarum (Faqih Mauludin / Greeneration Foundation)
Pemilahan Sampah di Sungai Citarum (Faqih Mauludin / Greeneration Foundation)

Indonesia yang masih kewalahan dengan masalah sampah plastik cukup menyambut baik solusi ini. Direktur Jenderal Pengelolaan Limbah, Sampah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3), KLHK, Rosa Vivien Ratnawati membahas kredit plastik sebagai solusi menangani sampah plastik di Indonesia. Menurut beliau, Indonesia perlu menyiapkan regulasi, standardisasi, dan persyaratan yang komprehensif tentang penerapan kredit plastik. 

Tentunya tidak ada salahnya jika Indonesia mencoba menerapkan skema ini. Tapi, selain kebutuhan yang telah dijelaskan Vivien, Indonesia juga membutuhkan ekosistem dan pasar yang jelas untuk skema ini. Lebih lanjut kesiapan industri daur ulang di Indonesia juga harus dipastikan sebelum implementasi skema. 

Satu hal lagi yang harus diantisipasi yaitu kondisi di mana kebanyakan sampah plastik di Indonesia yang masih bercampur dengan sampah lain. Kondisi ini menyebabkan sampah plastik di negara kita sulit untuk didaur ulang. Bahkan, kondisi ini memaksa industri daur ulang lokal untuk impor sampah plastik. Di tahun 2020, Indonesia impor sampah plastik sebanyak 138.000 ton.

Skema ini tidak boleh jadi kesempatan untuk angka impor plastik di Indonesia semakin besar. Sebisa mungkin, skema ini benar-benar mampu untuk mengurangi pencemaran plastik yang terjadi di dalam negeri. Jangan sampai kita jadi wadah cuci tangan negara di dunia untuk mendapatkan gelar “kontributor pengurangan sampah plastik”. Oleh karena itu, Indonesia perlu membenahi sistem pengelolaan sampahnya terlebih dahulu. 

Greeneration Foundation berupaya untuk menangani perubahan iklim dan krisis lingkungan lainnya di Indonesia. Masalah sampah plastik jadi salah satu fokus yang diperhatikan. Strateginya dengan menghadirkan Green Fund Digital Philanthropy sebagai bagian dari misi mewujudkan konsumsi dan produksi berkelanjutan untuk mengentaskan masalah sampah dari hulu hingga ke hilir. 

Referensi

Kredit Plastik untuk Mengurangi Sampah. (2022, March 2). Forest Digest. Retrieved November 11, 2022.

Plastic Program Details. (n.d.). Verra. Retrieved November 11, 2022.

Ternyata Indonesia Masih Impor Sampah Plastik, Ini Negara Pemasok Terbanyak. (2022, April 13). Databoks. Retrieved November 11, 2022. 

Ingin Terus Mendapatkan Informasi Terbaru Kami? Berlangganan Sekarang

Dengan berlangganan kamu telah menyetujui Kebijakan Privasi yang berlaku.

img 9429 cleanup

Mau up-date tentang kondisi lingkungan terkini?
Berlangganan sekarang!

Masukkan e-mailmu dan kami akan kirimkan berbagai informasi lingkungan menarik dan berbobot hanya untuk kamu, Generasi Hijau!

Dengan berlangganan kamu telah menyetujui Kebijakan Privasi yang berlaku.