ID
|
Masalah Sampah di Jakarta Akan Tuntas

Masalah Sampah di Jakarta Akan Tuntas

Foto 1. Masalah Sampah Jakarta (Net)
Foto 1. Masalah Sampah Jakarta (Net)

Daftar Isi

Masih dalam nuansa #MerdekaHijau, cerita kali ini ingin menyoroti masalah sampah di Ibukota Indonesia, DKI Jakarta. Masalah sampah di Jakarta jadi salah satu yang terburuk di Indonesia. Bagaimana bisa terjadi? Semuanya pasti berkaitan dengan padatnya penduduk, perilaku masyarakat, dan ketersediaan fasilitas pengelolaan sampah. Seperti apa kondisi masalah sampah di Jakarta saat ini? 

Masalah Sampah di Jakarta

Foto 2. Tumpukan Sampah di Monas (Dasril Roszandi / Tempo)
Foto 2. Tumpukan Sampah di Monas (Dasril Roszandi / Tempo)

DKI Jakarta tengah diserang berbagai permsalahan lingkungan. Mulai dari banyaknya sampah yang dihasilkan hingga polusi udara yang belakangan hangat dibicarakan. Khusus berbicara tentang permasalahan sampah, Jakarta telah menghadapi masalah ini sejak namanya masih disebut Batavia. Ratusan tahun masalah ini ada dan tak kunjung tertangani. 

Pada tahun 2020, jumlah sampah yang dihasilkan warga jakarta mencapai 8.3 ton per hari. Sampah yang terbanyak adalah sampah organik dengan persentase 49.7%. Untuk menangani jumlah sampah tersebut, Jakarta masih menggunakan open dumping dan pembakaran sampah sebagai metode utama. Untuk proses daur ulang sudah mulai dilakukan walaupun persentasenya masih rendah.  

Masalah sampah di jakarta juga sudah menjadi polemik sejak jaman kolonial. Saat itu, pemerintah Batavia kewalahan menangani masalah sampah yang mencemari sungai. Ini terjadi karena masyarakat masih membuang sampah ke sungai. Selain ke sungai, masyarakat juga membakar sampahnya. Itu dilakukan karena tidak ada fasilitas yang memadai untuk mengumpulkan dan mengelola sampah. Pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Maatsuyker hadir solusi menyediakan bak sampah di bantaran sungai. Sampah yang terkumpul lalu diangkut oleh perahu.

Solusi Saat ini

Foto 3. Larangan Penggunaan Kantong Plastik (Puspa Perwitasari / Antarafoto) 
Foto 3. Larangan Penggunaan Kantong Plastik (Puspa Perwitasari / Antarafoto)

Untuk mengatasi masalah sampah di DKI Jakarta, pemerintah provinsi telah mengeluarkan kebijakan pengelolaan sampah. Salah satu kebijakan diatur dalam Peraturan Gubernur No. 108 Tahun 2019 tentang Kebijakan dan Strategi Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga. Untuk menjangkau ranah industri, juga terdapat regulasi yang diatur dalam Pergub DKI Jakarta No. 102 Tahun 2021 tentang Kewajiban Pengelolaan Sampah di Kawasan dan Perusahaan. 

Contoh penerapan dari kebijakan-kebijakan tersebut adalah dengan melarang penggunaan kantong plastik sekali pakai di minimarket dan supermarket. Selain itu, pemerintah juga mengupayakan untuk daur ulang sampah organik dengan maggot. Untuk pembenahan sistem sendiri masih belum signifikan. Sistem masih menerapkan alur pembuangan, pengangkutan, dan pemrosesan sampah di TPA.

DRS Hadirkan Solusi Lewat Edukasi Masyarakat

Foto 4.  Penyuluhan Masyarakat DRS (Greeneration Foundation)
Foto 4.  Penyuluhan Masyarakat DRS (Greeneration Foundation)

Merespon permasalahan sistem pengelolaan sampah pemerintah DKI Jakarta, Driving Refill Solution (DRS), P4G, dan Siklus berkolaborasi untuk memicu kebiasaan mengelola sampah dari rumah. Langkah ini diambil mengingat pentingnya untuk menekan laju produksi sampah dari sumber masalahnya. Kolaborasi ini memfasilitasi masyarakat DKI Jakarta untuk mengurangi konsumsi produk kemasan sekali pakai.

Agar masyarakat bisa mengurangi konsumsi plastik sekali pakai, DRS melakukan serangkaian kegiatan edukasi seperti penyuluhan kelompok maupun individu. Salah satu program Greeneration Foundation ini berbagi wawasan tentang pengelolaan sampah bertanggung jawab. Sejak 2020, sudah ada sekitar 1700 orang di 13 kelurahan Jabodetabek yang kini lebih tahu cara mengurang dan mengelola sampah secara mandiri.

Untuk mendukung kebiasaan isi ulang warga, Siklus membantu menyediakan layanan isi ulang kebutuhan rumah tangga. Layanan ini memberikan fasilitas pada warga untuk isi ulang sabun, minyak, sampo, dan kebutuhan lainnya. Solusi ini jauh lebih praktis dan ramah lingkungan karena pengguna cukup memesan kebutuhannya lewat aplikasi.

Kolaborasi ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk belajar sekaligus menerapkan wawasannya dan mewujudkannya jadi kebiasaan baik. Kolaborasi ini jadi wujud nyata penerapan konsumsi dan produksi berkelanjutan. Solusi ini memberikan titik cerah bagi masa depan penanganan sampah DKI Jakarta yang lebih baik. Kamu juga bisa mendukung upaya untuk kurang sampah plastik di sini.

Referensi

APRILIA, A. (n.d.). Waste Management in Indonesia and Jakarta: Challenges and Way Forward. Asia-Europe Foundation. Retrieved August 16, 2022.

Ciliwung Dalam Lansekap Batavia : Kesehatan di Batavia – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta. (2017, June 16). Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta. Retrieved August 16, 2022.

Dari Hulu ke Hilir Penanganan Sampah Jakarta. (n.d.). Kumparan. Retrieved August 16, 2022.

Ingin Terus Mendapatkan Informasi Terbaru Kami? Berlangganan Sekarang

Dengan berlangganan kamu telah menyetujui Kebijakan Privasi yang berlaku.

img 9429 cleanup

Mau up-date tentang kondisi lingkungan terkini?
Berlangganan sekarang!

Masukkan e-mailmu dan kami akan kirimkan berbagai informasi lingkungan menarik dan berbobot hanya untuk kamu, Generasi Hijau!

Dengan berlangganan kamu telah menyetujui Kebijakan Privasi yang berlaku.