ID
|
Meningkatkan Kesadaran Lingkungan untuk Bumi yang Lebih Baik

Meningkatkan Kesadaran Lingkungan untuk Bumi yang Lebih Baik

SDG nomor 4: pendidikan berkualitas. (Sumber: IS Global)
SDG nomor 4: pendidikan berkualitas. (Sumber: IS Global)

Daftar Isi

Senang melihat makin hari makin banyak orang yang menyadari dampak buruk kegiatan manusia terhadap lingkungan. Kesadaran lingkungan ini sudah terlihat meningkat sejak satu abad yang lalu, dan terus memuncak selama dua dekade ini. Dapat dilihat dari gerakan peduli lingkungan yang cepat bertumbuh tiap tahunnya serta dukungan dari pemerintah berupa kebijakan pengelolaan sampah atau yang berpihak pada pola konsumsi dan produksi berkelanjutan. Selain itu, Generasi Hijau pasti juga sudah tahu tentang Sustainable Development Goals – 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan untuk masa depan global yang lebih baik. Melalui SDGs, PBB juga turut berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat dunia.

17 poin SDGs saling berinterrelasi satu sama lain, yang artinya untuk mewujudkan satu poin kita akan bersinggungan dengan poin lain dan turut menimbulkan dampak baik. Misalnya, untuk menebarkan ‘virus’ less waste, berarti Generasi Hijau ikut menjalankan SDG nomor 4 tentang edukasi berkualitas, nomor 12 tentang konsumsi dan produksi berkelanjutan, serta nomor 13 tentang mengatasi krisis iklim.

Berdasarkan SDGs nomor 4, semua orang berhak mendapatkan kualitas pendidikan yang inklusif dan merata serta memiliki kesempatan belajar sepanjang hayat. Ini juga berarti berhak mendapat informasi tentang dampak buruk aktivitas manusia terhadap lingkungan, informasi pengelolaan sampah, atau tentang pola konsumsi dan produksi berkelanjutan. Secara keseluruhan, semua orang berhak memiliki level yang sama tentang kesadaran lingkungan.

Apa itu kesadaran lingkungan?

Kesadaran lingkungan adalah pemahaman tentang rentannya lingkungan kita dan seberapa penting untuk menjaganya. Menyebarluaskan kesadaran lingkungan adalah cara paling sederhana untuk berpartisipasi menciptakan masa depan yang lebih baik untuk generasi mendatang.

Koneksi manusia dengan lingkungan dapat ditingkatkan melalui kesadaran lingkungan. (Sumber: Craig Stennett/Alamy Stock Photo)
Koneksi manusia dengan lingkungan dapat ditingkatkan melalui kesadaran lingkungan. (Sumber: Craig Stennett/Alamy Stock Photo)

Menginisiasi perubahan kecil dari gaya hidup kita bisa jadi satu cara paling mudah untuk hidup lebih ‘sadar lingkungan’. Satu individu manusia dapat mempengaruhi lingkungan dalam berbagai cara. Contohnya, tidak turut menyumbang polusi darat, air dan udara, menggunakan produk ramah lingkungan, dan menjalankan langkah kecil pola konsumsi dan produksi berkelanjutan. Setelah menerapkannya dalam kehidupan kita sendiri, kita bisa pastikan menebarkan ‘virus’ yang sama ke orang-orang terdekat kita.

Kesadaran lingkungan adalah bagian penting dari kesuksesan gerakan peduli lingkungan. Penting untuk mengadvokasikan pada teman-teman dan keluarga bahwa lingkungan fisik di sekitar kita rentan tercemar dan tidak ada gantinya. Supaya kita bisa mulai menangani masalahnya. Secara tidak sadar, kita turut mendukung dan menjalankan empat poin SDGs sekaligus. Nomor 4 tentang edukasi berkualitas. Selanjutnya nomor 12 tentang pola konsumsi dan produksi berkelanjutan. Setelah itu, nomor 13 tentang mengatasi krisis iklim. Terakhir, nomor 15 tentang memproteksi dan memulihkan ekosistem di darat (life on land).

Tak dapat dipungkiri, hampir semua aktivitas manusia di masa modern berdampak buruk bagi lingkungan. Penggunaan transportasi yang mengeluarkan emisi gas, deforestasi, dan dalam level rumah tangga, sampah yang tidak terkelola menyebabkan TPA penuh. Karena itu, menjadi tanggung jawab manusia juga untuk meningkatkan kesadaran lingkungan dan mengubah perilaku kita, sedikit demi sedikit.

Isu krisis iklim juga menempatkan berbagai spesies flora dan fauna di ambang kepunahan karena mereka sulit beradaptasi dengan kondisi cuaca yang berubah-ubah. Tiap ekosistem saling terhubung, jadi kepunahan satu spesies yang kita pikir tidak signifikan ternyata punya efek substantif bagi manusia.

Mama-mama penjaga Gunung Mbeliling, Nusa Tenggara Timur. Mereka menjaga hutan kawasan konservasi Gunung Mbeliling dan fauna langkanya. (Sumber: Muhammad Meisa/BirdLife International)
Mama-mama penjaga Gunung Mbeliling, Nusa Tenggara Timur. Mereka menjaga hutan kawasan konservasi Gunung Mbeliling dan fauna langkanya. (Sumber: Muhammad Meisa/BirdLife International)

Bahkan walaupun hubungan antara perilaku manusia dengan isu lingkungan tidak tergambar konkret, bukan berarti kita tidak akan terpengaruh dengan konsekuensinya. Inilah alasan mengapa begitu penting kita turut bertanggung jawab melindungi bumi kapanpun kita bisa.

Greeneration Foundation turut mendukung SDGs nomor 4 tentang edukasi berkualitas dan nomor 12 tentang pola konsumsi dan produksi berkelanjutan melalui berbagai program kami: Perpustakaan Bebas Sampah ID di mana Generasi Hijau dapat mengakses beragam informasi seputar isu persampahan, Citarum Repair yang bertujuan mereduksi sampah laut dengan membersihkan Sungai Citarum, dan Indonesian Children Care for the Environment (ICCFTE), program edukasi anak tentang bahaya limbah makanan.

Referensi
Ingin Terus Mendapatkan Informasi Terbaru Kami? Berlangganan Sekarang

Dengan berlangganan kamu telah menyetujui Kebijakan Privasi yang berlaku.

img 9429 cleanup

Mau up-date tentang kondisi lingkungan terkini?
Berlangganan sekarang!

Masukkan e-mailmu dan kami akan kirimkan berbagai informasi lingkungan menarik dan berbobot hanya untuk kamu, Generasi Hijau!

Dengan berlangganan kamu telah menyetujui Kebijakan Privasi yang berlaku.