Misteri Peyumbat Sungai

Misteri Peyumbat Sungai

Misteri Penyumbat Sungai (Khasna Nurul Azizah / Greeneration Foundation)
Misteri Penyumbat Sungai (Khasna Nurul Azizah / Greeneration Foundation)

Daftar Isi

Suatu hari menjelang siang ada seorang anak bernama Kevin

Wah hari ini cerah sekali langitnya” kata Kevin.

Mata kevin melihat ada yang aneh.

Waduh kenapa air di sungai kering, sepertinya harus panggil pak RT’’ pikir Kevin.

Akhir nya kevin ke rumah pak RT dengan rasa khawatir memikirkan sungai,

sampe di rumah pak RT kevin mengetuk ‘’tok ‘’tok’’tok’’, tapi tidak ada jawaban, kevin mulai panik tidak ada yang bisa membantu dia.

Dia memutuskan mengajak teman-temanya, lagi-lagi teman Kevin Rashid, Beckham dan Asnawi tidak ada di rumahnya, kevin kekurangan teman utuk membantu membersihkan sungai, kevin perlu delapan orang hanya ada lima orang.

Waduh! kurang ini gimana ya” ucap Kevin, tetapi di bantah oleh Arhan

Jangan panik Kevin gak apa-apa kita hanya berlima’’ sambil mengangkat lima jarinya, Nadeo dan teman-teman yang lain juga setuju, mereka membersihkan sungai hanya lima orang.

Tetapi ada satu orang yang tidak berani untuk masuk ke sungai

Haduh kenapa aku harus masuk selokan sih aku takut’’ ucap Febri

Gak apa-apa nanti kalo kaki kotor gampang di cuci di rumah aja, tapi ya udah kalo gak mau bantu di sungai, kamu yang buang sampah ke tong yang warna hijau, ok yaa’’ucap Kevin

Ok siap “ jawab Febri sambil mengangkat tangan ke kening seperti tentara.

Menjelang sore akhirnya sungai bersih air mengalir lagi

Akhirnya bersih lagi deh sungainya, eh tadi sampahnya yang paling banyak apa?’’ tanya Kevin ke Arhan.

tadi sih banyaknya plastik” jawab Febri yang masukin sampai ke tong.

pantesan air nya tersumbat tapi siapa ya yang sering buang sampah ke sungai?’’ ucap meraka berdua.

Saat mau pergi, tiba-tiba air sungai mulai tersumbat lagi.

Hah kenapa sungainya terssumbat lagi mereka mulai bingung “

Kevin kita ke rumah pak RT lagi yuk“ ucap Yusuf

Ya udah kita ke rumah pak RT lagi, semoga pak RT nya udah ada di rumah”

sampai di rumah pak RT “tok”tok”tok” tetapi sama saja masih tidak jawaban.

Mereka bingung mau mencari bantuan kemana lagi selain pak RT.

Gimana kalo kita ke rumah pak RW aja “ ujar kevin memecah keheningan

merakapun sampai di rumah pak RW, tapi sama saja seperti di rumah RT tidak ada jawaban dari rumah pak RW

Waduh gimana ini Kevin udah dua rumah kita datengin ga ada orangnya” keluh Febri

“Iya gimana dong Kevin’’ seru yang lain

Bentar aku sedang memikir kan, siapa pembuang sampah sebarangan itu’’ ucap Kevin

Gimana cara menggetahuinya?” tanya  Arhan.

Setelah berembuk mereka pun memutus kan untuk bersembunyi di semak-semak tak jauh dari sungai sampai menggetahui siapa yang suka membuang sampah ke sungai.

Mereka menunggu sampai menjelang malam, akhirnya karena sudah terlalu malam dan besok harus sekolah mereka pulang ke rumah masig-masing, namun Kevin masih terus memikirkan sungai itu.

Pagi-pagi mereka terlambat masuk sekolah, merekapun panik karena tidak dibolehkan masuk oleh satpam sekolah. Mereka menyalahkan kevin gara-gara bersembunyi kelamaan membuat terlambat masuk sekolah

Aduh semua gara-gara kevin nih, kita jadi telat ke sekolah, terus gimana ini’’ kata Arhan,

Iya ni gara-gara kevin, ya sudah gimana kalo manjat tembok sekolah aja’’ usul Febri.

Akhirnya mereka berlima memilih memanjat tembok sekolah, dan sampailah mereka di depan kelas, tapi karena ketahuan memanjat tembok mereka dihukum oleh wali kelas.

Mereka masih saja menyalahkan kevin yang membuat rencana itu, sampai siang mereka masih kesal dengan kevin. Tapi karna mereka menjauhi, jadinya kevin tidak bisa meminta maaf,

Gimana nih aku ingin meminta maaf ke teman-teman tapi merekanya selalu menjauhi aku’’ pikirnya, akhirnya Kevin memutus kan untuk meminta maaf sesudah bell pulang sekolah.

Tapi saat mencari teman-temannya semua sudah pulang karna masih marah kepada kevin.

Setelah pulang ke rumah, Kevin bergegas ke rumah teman-temannya untuk meminta maaf walaupun cukup jauh.

Saat diperjalanan Kevin bertemu Asnawi bersama Beckham mereka menanyaka apa yang terjadi kemarin

eh kenapa kamu Kevin perasaan murung terus dari tadi di sekolah’’ ucap Asnawi

Iya nih, kemarin aku dan yang lain lagi mencari orang yang meyumbat sungai sekarang aku mau melihat lagi ke sungai itu’’

oooh gitu, kemarin aku sama beckham melihat satu orang di deket sungai tapi ga tau lagi ngapain” mereka pun mengobrol sampai mereka tidak sadar kalo ada orang yang membuang sampah ke sungai namun mereka tidak melihatnya. Akhirnya mereka berjalan pulang ke rumah masing-masing.

Kesesokan harinya, mereka mulai main bersama lagi walau masih ada rasa kesal sama kevin, tapi karena Kevin sudah meminta maaf mereka mau bantu Kevin lagi.

Lalu mereka ke warung untuk minum dulu, terus mereka mendengar perkataan pemilik warung

Waduh sungai makin kotor, pasti anak-anak ini lagi yang mengotori sungai, hmmm saya bilangin saja ya Ke pak RT sama ke pak RW biar anak anak ini kapok’’

Kevin pun marah-marah ke pemilik warung yang masih seumuran itu karena menuduh tanpa barang bukti, merekapun berdebat sampai tak sengaja pak RT lewat dan melihatnya.

eh eh ada apa ini ko marah-marah, tenang dulu ini kenapa kalian berantem, hadeh’’

Dia nih pak yang nuduh-nuduh tapi ga ada barang bukti’’ kesal Kevin

Dia duluan pak yang mengotori sungai kita nih, tapi tidak mau ngaku’’ mereka berdebat

Stop-stop” ujar pak RT agak tinggi.

Akhirnya Febri melaporkan dan menceritakan kejadian ada yang membuang sampah ke sungai.

Mereka bergegas ke sungai itu dan mereka melihat ada orang yang sedang membuang sampah.

Pak RW”, Kaget mereka bersamaan

Kenapa pak RW membuang sampai ke sungai” Kata Kevin

harusnya kan pak RW jadi contoh buat warga” lanjut Kevin

Pak RW kaget namun akhirnya pak RW mengaku salah

Truk sampah yang biasa mengangkut sudah beberapa hari ga datang, karena menumpuk jadi membuang sampah ke sungai’’ kata pak RW

Truk ga datang karena TPA (Tempat Pembuangan Sampah Akhir) penuh” jelas pak RW.

ooh begitu”  jawab semuanya serentak.

Bapak pemulung yang biasa, sudah tidak kesini lagi?” tanya Kevin

Tidak, karena sakit” jawab pak RW

Baiklah kalo begitu karna kebetulan kita ada lomba membuat barang bekas manjadi berfungsi kembali, gimana kalo sekarang kita kumpulkan sampah-sampah plastik ini untuk di daur ulang” usul Kevin.

Pada akhirnya Kevin, Yusuf, Nadeo, Asnawi, Beckham, Febri, Rashid dan Arhan dibantu pak RT serta Pak RW rame-rame mengumpulkan sampah membersihkan sungai.

Juara Kedua Citarum Repair Writing Competition

Ingin Terus Mendapatkan Informasi Terbaru Kami? Berlangganan Sekarang

Dengan berlangganan kamu telah menyetujui Kebijakan Privasi yang berlaku.

img 9429 cleanup

Mau up-date tentang kondisi lingkungan terkini?
Berlangganan sekarang!

Masukkan e-mailmu dan kami akan kirimkan berbagai informasi lingkungan menarik dan berbobot hanya untuk kamu, Generasi Hijau!

Dengan berlangganan kamu telah menyetujui Kebijakan Privasi yang berlaku.