ID
|
Resolusi Ramah Lingkungan untuk Tahun Baru 2022

Resolusi Ramah Lingkungan untuk Tahun Baru 2022

seseorang memegang cangkir dengan tumbuhan hijau (sumber: pexels/cats coming)
seseorang memegang cangkir dengan tumbuhan hijau (sumber: pexels/cats coming)

Daftar Isi

Memulai tahun baru 2022 dengan resolusi ramah lingkungan dapat menjadi langkah awal untuk menciptakan perubahan positif dalam hidup kita. Namun, pembuatan resolusi tahun baru yang ramah lingkungan ini tentunya perlu disertai dengan perencanaan yang realistis sehingga resolusi kita tidak berakhir menjadi hanya “wacana” atau “omong kosong”. Menurut penelitian dari University of Scranton, hanya ada 8% orang yang dapat memenuhi resolusi tahun baru yang mereka buat.

Jadi, bagaimana agar kita bisa menjalankan resolusi tahun baru yang ramah lingkungan secara konsisten dan berkelanjutan?

Fokus pada Kebiasaan yang Paling Ingin Kita Ubah

Resolusi tahun baru ramah lingkungan akan sulit dijalankan jika kita terlalu memiliki banyak prioritas. Mulailah dengan aspek lingkungan yang ingin kita prioritaskan. Kita bisa berefleksi terhadap gaya hidup atau kebiasaan kita masing-masing. Kira-kira, kebiasaan apa saja yang selama ini paling berdampak buruk terhadap lingkungan? Misalnya, jika kita sering menyisakan sampah makanan, kita bisa fokus untuk mencapai target pengurangan sampah makanan di tahun baru.

Mulai dengan Kebiasaan Kecil

Kesalahan umum yang sering terjadi saat kita membuat resolusi tahun baru adalah membuat target besar yang sangat ambisius. Namun, target yang ambisius tersebut seringkali berhenti di tengah jalan. Jadi, lebih baik kita menentukan target yang sederhana dan realistis seperti memulai kebiasaan kecil yang bisa berdampak besar.

Mulai menjalankan kebiasaan #MeatlessMonday atau mengurangi konsumsi daging setiap hari senin contohnya bisa menjadi langkah awal untuk mengurangi jejak karbon dari konsumsi daging. Kebiasaan ini tentu dapat berdampak baik terhadap lingkungan karena 1 pon daging sapi dapat menghabiskan sekitar 1700 galon air, sedangkan sayuran hanya menghabiskan sekitar 39 galon air. Selain itu, kita juga bisa mencoba resolusi ramah lingkungan sederhana lain seperti memilah sampah dari rumah, mencoba merawat satu tanaman dalam pot, menggunakan barang yang masih bisa dipakai, serta konsisten membawa tumbler dan tas belanja untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Mempertahankan Resolusi Lingkungan

Setelah berhasil menjalan aktivitas ramah lingkungan, kita harus bisa membuat aktivitas tersebut menjadi kebiasaan atau bagian dari rutinitas kita agar resolusi tahun baru kita bisa tercapai. Cobalah aktivitas ramah lingkungan yang ingin kita capai selama sekitar 3-7 hari berturut-turut sampai aktivitas tersebut terbangun menjadi kebiasaan baru yang lebih berkelanjutan.

Kita bisa memonitor kebiasaan ramah lingkungan yang sedang kita jalankan dengan mencatatnya pada jurnal harian atau ponsel pintar. Selain itu, kita juga bisa mengunduh aplikasi kalkulator jejak karbon agar jejak karbon yang kita keluarkan tetap terpantau sehingga kita lebih terdorong untuk konsisten menjalankan resolusi tahun baru ramah lingkungan yang kita buat.

Mendapatkan dukungan dari lingkungan sekitar juga dapat memicu kita untuk konsisten menjalankan resolusi tahun baru kita. Cobalah bergabung dengan komunitas yang memiliki kepedulian terhadap gaya hidup ramah lingkungan sehingga kita bisa lebih termotivasi dan terbantu melalui komunitas tersebut. Kita juga bisa mencari komunitas lingkungan melalui situs Bebas Sampah ID.

Ingat Tujuan Utama Kita Membuat Resolusi Tahun Baru

Salah satu hal yang berpotensi menggagalkan resolusi tahun baru kita adalah kecenderungan kita untuk memilih “reward” lebih kecil yang ada pada saat ini daripada “reward” lebih besar yang bisa kita dapatkan di masa depan. Hal ini disebut juga dengan “present bias”.

Contohnya, dalam situasi tertentu, kadang kita memilih untuk mencampurkan sampah karena lebih mudah dan praktis. Namun, sebenarnya dengan melakukan hal tersebut, kita kehilangan “reward” lebih besar. Kita akan mendapatkan lingkungan yang bersih dan sehat.

Oleh karena itu, jangan sampai kita terjebak dalam “present bias”. Cobalah untuk selalu mengingat kembali alasan dan motivasi kita untuk menjalankan resolusi tahun baru ramah lingkungan. Kondisi bumi saat ini sudah semakin buruk akibat perubahan iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia. BNPB mencatat pada 2021 ada sekitar 3058 bencana di Indonesia yang sebagian besar dipicu oleh perubahan iklim.

Menjalankan resolusi tahun baru yang ramah lingkungan dapat menjadi salah satu solusi untuk mencegah perubahan iklim. Resolusi ramah lingkungan juga secara tidak langsung mendukung terwujudnya konsumsi dan produksi berkelanjutan. Ini merupakan salah satu tujuan dalam agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Referensi
  • https://fiskal.kemenkeu.go.id/fiskalpedia/2021/10/06/18-nilai-ekonomi-karbon-carbon-pricing diakses pada tanggal 17 Oktober 2021.
  • https://www.icdx.co.id/news-detail/publication/apa-yang-dimaksud-dengan-perdagangan-karbon diakses pada tanggal 17 Oktober 2021.
  • https://www.kemenkeu.go.id/publikasi/berita/pajak-karbon-sebagai-instrumen-pengendali-perubahan-i
  • https://tirto.id/pajak-karbon-di-uu-hpp-langkah-maju-tapi-tarif-terlalu-rendah-gkfz diakses pada tanggal 17 Oktober 2021.
  • https://www.wri.org/insights/interactive-chart-shows-changes-worlds-top-10-emitters diakses pada tanggal 17 Oktober 2021.
  • https://unfccc.int/about-us/regional-collaboration-centres/the-ci-aca-initiative/about-carbon-pricing#eq-1 diakses pada tanggal 17 Oktober 2021.
Ingin Terus Mendapatkan Informasi Terbaru Kami? Berlangganan Sekarang

Dengan berlangganan kamu telah menyetujui Kebijakan Privasi yang berlaku.

img 9429 cleanup

Mau up-date tentang kondisi lingkungan terkini?
Berlangganan sekarang!

Masukkan e-mailmu dan kami akan kirimkan berbagai informasi lingkungan menarik dan berbobot hanya untuk kamu, Generasi Hijau!

Dengan berlangganan kamu telah menyetujui Kebijakan Privasi yang berlaku.