ID
|
Sedekah Takjil Ramah Lingkungan Tanpa Nyampah

Sedekah Takjil Ramah Lingkungan Tanpa Nyampah

Foto 1. Sedekah Takjil Bank Sampoerna (banksampoerna.com)
Foto 1. Sedekah Takjil Bank Sampoerna (banksampoerna.com)

Daftar Isi

Sudah bukan rahasia lagi kalau saat Ramadan sampah justru semakin banyak, tak terkecuali sampah plastik. Sampah plastik jadi makin banyak karena penggunaan kemasan plastik sekali pakai makin marak. Pada Ramadan tahun lalu, sampah plastik di DKI Jakarta meningkat sebanyak 20%. Tentunya, ini sangat disayangkan karena untuk mengelola sampah plastik sebanyak itu sangat sulit dan butuh kerja keras dari seluruh pihak.

Di bulan Ramadan, salah satu aktivitas yang berpotensi menghasilkan sampah plastik adalah aksi bagi-bagi takjil gratis. Kebanyakan penyelenggara aksi bagi takjil masih belum mempertimbangkan aspek keberlanjutan lingkungan, sehingga masih banyak menggunakan plastik. Padahal, jika kita bisa mengurangi penggunaan plastik, pahala yang didapat bisa makin banyak.

Mengelola Sampah Dalam Islam

Foto 2. Kondisi Tempat Pembuangan Sampah (Antara Foto / Dhemas Reviyanto)
Foto 2. Kondisi Tempat Pembuangan Sampah (Antara Foto / Dhemas Reviyanto)

Masalah pengelolaan sampah tidak selalu harus dilihat dari sudut pandang sains. Satu sudut pandang yang masih jarang dibahas adalah sudut pandang agama dalam menanggapi permasalahan sampah yang terjadi. Islam sebagai agama yang menjunjung tinggi cinta kasih pada umat dan makhluk disekitarnya juga memiliki pandangannya sendiri terkait isu persampahan.

Majelis Ulama Indonesia telah mengeluarkan fatwa pada tahun 2014 tentang pengelolaan sampah untuk mencegah terjadinya kerusakan lingkungan. Fatwa ini berlandaskan firman allah melalui ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits Nabi. Salah satu ayat yang mengingatkan kita untuk tidak merusak bumi adalah Surat Al-Qasas ayat 77, “Dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”.

Dalam sudut pandang agama Islam, manusia  memiliki peran sebagai khalifah di bumi yang memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan sekitarnya dari ancaman kerusakan, termasuk kerusakan yang disebabkan oleh masalah sampah.Tuhan memerintahkan manusia untuk berbuat baik kepada seluruh makhluk bumi, menjaga kelestarian ciptaan Tuhan, dan mensyukuri segala yang diberikan-Nya untuk menghidupi manusia.

Fatwa MUI tersebut membuahkan keputusan yang mewajibkan umat muslim untuk menjaga kebersihan, mewajibkan pemerintah dan pengusaha mengolah limbah, dan mengharamkan membuang barang yang masih layak pakai. MUI menginginkan seluruh elemen masyarakat untuk aktif mengelola sampahnya dengan dikeluarkannya fatwa ini karena menjaga kebersihan lingkungan dari sampah juga merupakan ibadah. Segala upaya penanganan sampah pastinya akan mendatangkan pahala dan berkah bagi yang menjalankannya, termasuk upaya mengurangi sampah plastik.

Sedekah Takjil Harus Bebas dari Sampah Plastik

Foto 3. Bukber Gratis UNESA , Sedekah Takjil Ramah Lingkungan (memorandum.co.id)
Foto 3. Bukber Gratis UNESA , Sedekah Takjil Ramah Lingkungan (memorandum.co.id)

Sedekah jadi salah satu ibadah yang diutamakan umat islam selama bulan Ramadan. Momen kebersamaan bulan Ramadan sangat tepat untuk saling berbagi rezeki yang kita peroleh kepada orang-orang yang membutuhkan agar bisa menikmati berkah Ramadan bersama. Dalam Islam, ada sedekah yang diwajibkan untuk mereka yang mampu, yaitu zakat dan berbagai jenis sedekah lainnya yang sifatnya sunnah. Salah satu sedekah sunnah khas Ramadan yang banyak dilakukan adalah sedekah takjil.

Sedekah takjil biasa dilakukan masyarakat untuk berbagi camilan maupun hidangan buka puasa. Sedekah takjil biasanya diberikan untuk fakir miskin dan musafir. Kegiatan ini bisa ditemui di masjid, musholla, hingga jalanan. Sedekah takjil tentunya mendatangkan banyak manfaat baik bagi penerima maupun pemberinya. Namun, selama ini masih banyak pemberi takjil yang menggunakan plastik sekali pakai untuk mengemas makanan yang dibagikan. Alasan penggunaan plastik adalah untuk menjaga kebersihan makanan dan memudahkan proses pembagian makanannya. Tentunya hal ini sangat disayangkan karena niatan baik untuk berbagi dengan sesama manusia justru berdampak buruk bagi lingkungan. Oleh karena itu, alangkah baiknya kita berusaha mencari alternatif penggunaan kemasan plastik untuk sedekah takjil. Mau tahu alternatifnya? Cari tahu yuk tips sedekah takjil bebas sampah plastik sekali pakai agar kamu bisa #IbadahTanpaNyampah.

Gunakan Kemasan Anyaman Bambu Untuk Sedekah Takjil Ramah Lingkungan

Foto 4. Besek Nasi Campur (Bali Travel News)
Foto 4. Besek Nasi Campur (Bali Travel News)

Kemasan anyaman bambu jadi solusi andalan untuk kemasan bebas plastik, kuat, dan cukup tahan lama. Bahan anyaman ini cocok digunakan sebagai besek, keranjang, ataupun tampah untuk kamu membungkus dan menyajikan takjil yang akan dibagikan. Kemasan ini sangat mudah diperoleh, harganya terjangkau, dapat digunakan berulang, dan memiliki nilai estetika khas Indonesia. Bahan ini ramah lingkungan karena dapat terurai secara alami di alam.

Pilih Menu Makanan Minim Sampah Plastik

Foto 5. Besek Takjil (Grab Food)
Foto 5. Besek Takjil (Grab Food)

Pilihan menu takjil juga jadi hal penting agar aksi bagi-bagi takjil tetap bersahabat untuk lingkungan. Sebaiknya, pilihlah menu takjil yang tak memerlukan kemasan plastik tambahan seperti gorengan, bolen, soes, onde-onde, apem, donat, dan lain-lain. Atau, kamu bisa pilih camilan tradisional berbungkus daun pisang seperti nagasari, lemper, lemang, lupis, serabi solo, dan masih banyak lagi. Selain nikmat, menu-menu tersebut juga menu kesukaan masyarakat Indonesia yang sehat, bergizi, dan ramah lingkungan.

Sediakan Air Minum Isi Ulang

Foto 6. Sajian Buka Puasa di Masjid (M Risyal Hidayat / ANTARA)
Foto 6. Sajian Buka Puasa di Masjid (M Risyal Hidayat / ANTARA)

Menyediakan air minum isi ulang dan gelas bisa jadi alternatif pengganti minuman kemasan plastik. Keuntungan menyajikan minuman isi ulang, kita bisa memilih berbagai varian minuman segar seperti teh, sirup, maupun air putih dalam keadaan panas maupun dingin di wadah seperti teko atau dispenser. Selain itu, kita bisa bebas mengambil minuman dan mengisi ulangnya sesuai kebutuhan kita. Jika kita menyediakan air minum isi ulang, siapkan gelas guna ulang atau imbau penerima sedekah untuk menggunakan botol minum sendiri. Isi ulang adalah solusi cerdas untuk mengurangi potensi timbulnya sampah dari aktivitas kita.

Solusi-solusi sedekah takjil ramah lingkungan tersebut harapannya dapat berbuah aksi nyata untuk Generasi Hijau terapkan saat berbagi takjil bersama teman-teman. Solusi dan aksi adalah paket lengkap #IbadahTanpaNyampah untuk wujudkan konsumsi dan produksi berkelanjutan.

Artikel ini adalah wahana edukasi dari aksi kolaborasi Greeneration Foundation bersama Siklus lewat Driving Refill Solution

Referensi
Ingin Terus Mendapatkan Informasi Terbaru Kami? Berlangganan Sekarang

Dengan berlangganan kamu telah menyetujui Kebijakan Privasi yang berlaku.

img 9429 cleanup

Mau up-date tentang kondisi lingkungan terkini?
Berlangganan sekarang!

Masukkan e-mailmu dan kami akan kirimkan berbagai informasi lingkungan menarik dan berbobot hanya untuk kamu, Generasi Hijau!

Dengan berlangganan kamu telah menyetujui Kebijakan Privasi yang berlaku.