ID
|
Taman Maju Bersama untuk Jakarta yang Lebih Hijau

Taman Maju Bersama untuk Jakarta yang Lebih Hijau

img 8772 min
Foto 1. Taman Maju Bersama Delonix (Fairuz Mahdiyyah / Greeneration Foundation)

Daftar Isi

Generasi Hijau pasti tahu kalau kota-kota besar di Indonesia saat ini kekurangan ruang terbuka hijau. Ini terjadi karena banyaknya alih fungsi lahan jadi wilayah industri dan hunian. Kurangnya ruang terbuka hijau berdampak pada kondisi sosial masyarakat serta lingkungan. Akibatnya masyarakat kekurangan tempat untuk berekspresi dan bersosialisasi. Sementara itu, lingkungan kekurangan wilayah resapan air dan polusi. 

Fenomena ini juga terjadi di Ibukota negara Indonesia, DKI Jakarta. Jakarta hanya memiliki 9.2% ruang terbuka hijau dari luasan wilayahnya. Bersama Teman Taman, kami berusaha mencari tahu apa solusi yang ditawarkan pemerintah untuk menyediakan lahan terbuka hijau. Saat ini, pemerintah setempat sedang gencar-gencarnya membangun Taman Maju Bersama (TMB) untuk warga. Inilah cerita kami menyusuri salah satu Taman Maju bersama di Jakarta.

Taman Maju Bersama

Foto 2. Lapangan Futsal Taman Delonix (Fairuz Mahdiyyah / Greeneration Foundation)
Foto 2. Lapangan Futsal Taman Delonix (Fairuz Mahdiyyah / Greeneration Foundation)

Perkenalan kami dengan TMB dimulai dari menyusuri Taman Delonix. Sebelum kami melanjutkan cerita menarik yang kami temukan di Taman Delonix, Generasi Hijau harus tahu dulu apa itu TMB. Taman Maju Bersama adalah ruang publik tematik yang disediakan pemerintah DKI Jakarta berdasarkan kebutuhan warga. Taman ini dirancang dan dikelola bersama masyarakat untuk memenuhi kebutuhan ruang terbuka hijau. Berbeda dengan taman lainnya, TMB sangat mewadahi aspirasi masyarakat dalam proses pembangunannya, dengan diadakannya focus group discussion dengan masyarakat setempat untuk mengidentifikasi kebutuhan dari taman. Pemerintah menerapkan strategi ini agar taman yang telah dibangun bisa dimanfaatkan secara aktif dan berguna bagi masyarakat. Strategi ini dinilai lebih efektif untuk menjaga keberlanjutan taman agar tidak terbengkalai. 

Saat berkunjung ke Taman Delonix, kami bertemu dengan  Herlina Melinda, atau yang akrab dipanggil Della, yang menjabat sebagai Kepala Seksi Jalur Hijau Penyempurna Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta. Beliau menceritakan seluk beluk Taman Maju Bersama sebagai salah satu program  yang digalakkan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta. Pemerintah memiliki target untuk membangun 261 TMB pada tahun 2018-2022. Saat ini, TMB bisa ditemukan di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Jakarta Selatan. Dalam pembangunannya, selain masyarakat, Dinas Pertamanan juga melibatkan lembaga lain. Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah, Kelurahan, dan kontraktor swasta bersinergi bersama untuk membangun taman, ujar Della. 

Sembari berbincang dengan  Della, kami berkeliling taman menikmati suasana yang asri. Taman Delonix menyediakan berbagai macam fasilitas yang mendukung aktivitas warga. Contohnya, pos jaga, mushola, toilet, taman bermain anak, outdoor fitness, dan jogging track. Bu Della menceritakan bahwa fasilitas yang kami lihat itu adalah fasilitas standar TMB. Menariknya, warga yang punya kegiatan komunitas tertentu bisa menambahkan fasilitas sesuai kegiatan komunitasnya. 

Taman Mengharmoniskan Manusia dan Alam

Foto 3. Pengunjung Taman Maju Bersama Delonix (Fairuz Mahdiyyah / Greeneration Foundation)
Foto 3. Pengunjung Taman Maju Bersama Delonix (Fairuz Mahdiyyah / Greeneration Foundation)

Della bertutur bahwa TMB tidak hanya memfasilitasi warga dengan berbagai fasilitas. TMB juga punya misi untuk menjaga keseimbangan lingkungan. Desain taman dibuat untuk menjadi wilayah resapan air dan polusi udara. Desain yang mementingkan aspek ekologis ini bertujuan untuk mencegah banjir dan mengurangi polusi udara. Oleh karena itu, taman ini memiliki banyak area hijau yang menyejukkan dan asri. Konsep ekologis ini dituangkan dalam desain jejaring hijau biru. Jejaring hijau biru adalah konsep pemanfaatan lahan sebagai ruang terbuka hijau dan wilayah resapan air.

Perawatan Taman Maju Bersama

Foto 4. Suasana Asri Taman Delonix (Fairuz Mahdiyyah / Greeneration Foundation)
Foto 4. Suasana Asri Taman Delonix (Fairuz Mahdiyyah / Greeneration Foundation)

Untuk menjaga taman tetap terawat dan nyaman dikunjungi, pemerintah mempekerjakan petugas taman. Petugas memiliki tanggung jawab untuk membersihkan taman, memangkas rumput, serta menyiram dan memupuk tanaman. Banyaknya petugas disesuaikan dengan luas taman. Khusus di taman Delonix, terdapat 7-9 orang petugas taman. 

Selain petugas taman yang menjaga taman, pengunjung juga memiliki tanggung jawab yang sama. Pengunjung diwajibkan untuk membuang sampah pada tempat sampah. Beberapa pengunjung sudah memiliki awareness yang bagus untuk membuang sampah pada tempatnya. Akan tetapi, masih saja ada pengunjung yang membuang sampah sembarangan. Selama ini, masyarakat yang membuang sampah sembarangan mendapat teguran dari petugas.

Masih berkaitan dengan sampah, sampah yang terkumpul di Taman Delonix dan TMB lainnya masih dikelola dengan cara konvensional. Sampah dikumpulkan dan diangkut oleh truk sampah milik Dinas Lingkungan Hidup. Selanjutnya, sampah dibuang ke tempat pemrosesan akhir. Alangkah baiknya jika kedepannya TMB juga didukung sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. 

Sosok Setia Pengelola Taman

Foto 5. Suryadi Petugas Taman Delonix (Fairuz Mahdiyyah / Greeneration Foundation)
Foto 5. Suryadi Petugas Taman Delonix (Fairuz Mahdiyyah / Greeneration Foundation)

Selain ngobrol dengan  Della, kami pun berbincang dengan Suryadi. Beliau adalah salah satu petugas Taman  Delonix. Sehari-hari, Suryadi bertugas untuk merawat taman dengan membersihkan taman dan memangkas rumput yang sudah panjang. Beliau telah bertugas di Taman Delonix sejak 2021. Selama menjadi petugas taman, Suryadi menghadapi berbagai tantangan seperti banjir hingga ketidak tertiban masyarakat. Meskipun begitu, beliau tetap menjalankan pekerjaannya dengan senang hati dan tulus. 

Suryadi juga sangat senang karena sejak pandemi Covid-19 mulai melandai, banyak masyarakat yang antusias berkegiatan di taman. Pengunjung paling ramai biasanya pada saat libur. Alhamdulillah sekarang sudah banyak masyarakat yang datang. Mereka jenuh harus isolasi mandiri di rumah terus. Bahkan waktu hari libur pengunjung nya bisa lebih dari 50 orang,” ujar Suryadi. Biasanya pengunjung Taman Delonix menghabiskan waktu di taman untuk olahraga, piknik, bermain, dan membuat konten media sosial.

Setelah kami menyusuri Taman Delonix dan berbagi cerita bersama Della dan Suryadi, kami jadi tahu bahwa kebutuhan masyarakat kota akan ruang terbuka hijau cukup krusial. Taman ternyata punya peran penting untuk mendukung tumbuh kembang anak, menyediakan ruang bersosialisasi, sarana hiburan, dan fungsi ekologis. Satu hal yang unik dari Taman Maju Bersama, peran setiap orang sangat berharga untuk menghidupkan taman. Mulai dari masyarakat, petugas taman seperti Suryadi, dan Pemerintah seperti  Della. 

Artikel ini adalah bagian dari kolaborasi Greeneration Foundation dan Teman Taman

Referensi

DKI Bakal Bangun 31 Taman Maju Bersama di 2022 untuk Kendalikan Banjir. (2021, November 16). detikNews. Retrieved August 24, 2022.

Realiasi 53 Taman Maju Bersama Tahun Ini Sudah di Depan Mata. (2019, October 26). Okezone News. Retrieved August 24, 2022.

Ingin Terus Mendapatkan Informasi Terbaru Kami? Berlangganan Sekarang

Dengan berlangganan kamu telah menyetujui Kebijakan Privasi yang berlaku.

img 9429 cleanup

Mau up-date tentang kondisi lingkungan terkini?
Berlangganan sekarang!

Masukkan e-mailmu dan kami akan kirimkan berbagai informasi lingkungan menarik dan berbobot hanya untuk kamu, Generasi Hijau!

Dengan berlangganan kamu telah menyetujui Kebijakan Privasi yang berlaku.