Menjawab Tantangan Sampah Laut, blubuatbaik Gelar Sosialisasi Praktik Baik Edukasi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat bersama EcoRanger

Banyuwangi, 24 Mei 2022 – Meningkatnya popularitas kawasan wisata juga berbanding lurus dengan peningkatan sampah di sekitar kawasan wisata. Menurut data dari Lembaga Penelitian Indonesia (LIPI), pada tahun 2018, jumlah sampah laut di 18 lokasi wisata di Indonesia bisa mencapai 0,27 sampai 0,59 juta ton per tahun. Merespons kondisi tersebut, EcoRanger bersama dengan BCA Digital dan Kitabisa menyelenggarakan Program Edukasi Pengelolaan Sampah yang diadakan oleh Sentra Kelola Sampah (SEKOLA) EcoRanger pada Juni 2021 – April 2022 di Dusun Pancer, Banyuwangi. Program Edukasi Pengelolaan Sampah ini dibuat dengan tujuan untuk meningkatkan tingkat keterpilahan sampah dari sumber untuk daerah layanan SEKOLA.

Sambutan dari Head of Program dari Greeneration Foundation, M. Fahrian Yovantra (Rendra Rafsanjani/ EcoRanger)
Sambutan dari Head of Program dari Greeneration Foundation, M. Fahrian Yovantra (Rendra Rafsanjani/ EcoRanger)

Kegiatan Sosialisasi Praktik Baik Program Edukasi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat di Desa Pancer ini dihadiri oleh 70 orang yang terdiri atas masyarakat setempat, pejabat pemerintahan, perwakilan Greeneration Foundation, dan tim EcoRanger. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 24 Mei 2022 di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Banyuwangi. Kegiatan ini merupakan kegiatan penutup dari seluruh rangkaian Program Edukasi Pengelolaan Sampah yang diselenggarakan oleh EcoRanger bekerja sama dengan BCA Digital dan KitaBisa. 

Kegiatan ini dibuka dengan sambutan dari Head of Program dari Greeneration Foundation, M. Fahrian Yovantra. Fahrian menjelaskan bahwa EcoRanger yang dibentuk di tahun 2018 pertama kali diselenggarakan di Banyuwangi sebagai bentuk komitmen Greeneration Foundation untuk menyebarkan kesadaran pentingnya menjaga lingkungan. “Sementara itu, kolaborasi dengan BCA Digital dan KitaBisa diharapkan membantu EcoRanger agar mampu memberikan dampak yang lebih bermanfaat bagi masyarakat khususnya dalam pengelolaan sampah di Dusun Pancer,” pungkas Fahrian. 

Adapun kegiatan ini diselenggarakan dengan tiga tujuan. Pertama, mensosialisasikan pembelajaran dan pencapaian aksi kolaborasi bersama #blubuatbaik dalam mengimplementasikan pemilahan sampah di sumber sebagai upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang berkelanjutan. Kedua, meningkatkan partisipasi masyarakat Dusun Pancer dalam pengelolaan sampah domestik. Ketiga, meningkatkan kolaborasi dengan pemangku kepentingan dalam upaya keberlanjutan penanganan sampah domestik di Desa Sumberagung.  

Acara ini juga dihadiri oleh Camat Pesanggaran, Agus Mulyono. Agus mengungkapkan banyak terima kasih dan mengapresiasi bahwa kegiatan edukasi yang dilakukan di lapangan membuat sampah di Dusun Pancer sudah mulai bisa dipilah dan dapat diatur dengan baik. Hal ini dapat dicapai karena adanya keterlibatan Tim EcoRanger. “Kebiasaan memilah sampah dari sumber bisa diperoleh bila dilakukan setiap hari. Kebiasaan yang asalnya dimulai dari diri sendiri, pekarangan rumah sendiri, hingga memilah sampah di pantai sebagai kawasan wisata ini lama-kelamaan telah menjadi budaya bagi Masyarakat Dusun Pancer.” tambah Agus. 

Hal ini sejalan dengan Pak Budi dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Dusun Pancer yang juga menyatakan bahwa tanpa keberadaan program ini, masyarakat akan membuang sampah ke laut. 

“Ke depannya, BPD akan selalu berkoordinasi dengan pemerintah Desa Sumberagung untuk mendukung kegiatan ini, salah satunya dengan mengawal dan mensosialisasikan Peraturan Desa Sumberagung Nomor 08 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga yang menjadi payung hukum agar kegiatan pengelolaan sampah ini menjadi legal dan diakui secara hukum. Kami sangat berterima kasih kepada Tim EcoRanger yang telah mendampingi kami dalam penyusunan regulasi tersebut,” kata Budi. 

Penandatanganan Simbolisasi Komitmen Sampahku Tanggung Jawabku (Rendra Rafsanjani/ EcoRanger)
Penandatanganan Simbolisasi Komitmen Sampahku Tanggung Jawabku (Rendra Rafsanjani/ EcoRanger)

Selama program ini berjalan di Desa Pancer, Banyuwangi, ada banyak pencapaian yang tercapai dari berbagai kegiatan yang dilakukan seperti Pelaksanaan Edukasi Masyarakat  selama Juni  2021 hingga April 2022, pengangkutan sampah residu, EcoRanger Academy, Beach Clean Up, serta Focus Group Discussion dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk mensosialisasikan SEKOLA dan aktivitas pengelolaan persampahan.

Salah Satu Peraih Penghargaan Warga Inspiratif Desa Pancer (Rendra Rafsanjani/ EcoRanger)
Salah Satu Peraih Penghargaan Warga Inspiratif Desa Pancer (Rendra Rafsanjani/ EcoRanger)

Kegiatan Beach Clean Up sendiri merupakan aksi mengambil sampah di pantai yang sekaligus dapat membantu masyarakat melakukan tindakan persuasif ke pengunjung bahwa tempat wisata harus dijaga kebersihannya baik dengan ikut aksi bersih pantai secara langsung maupun melalui kegiatan kecil seperti membuang sampah pada tempatnya.

“Sudah ada sekitar 279 ribu kg sampah yang berhasil kita olah, 75% berhasil kita daur ulang baik organik maupun anorganik. Hanya 23% sampah residu. Ini penurunan yang luar biasa karena sebelumnya sampah residu adalah sebesar 45%. Angka-angka luar biasa ini muncul karena kebiasaan kecil untuk memilah sampah dari rumah,” ujar Duardi Prihandiko, Head of Marketing & Communications BCA Digital.

Pemaparan Proses Pemilahan Sampah di SEKOLA (Rendra Rafsanjani/ EcoRanger)
Pemaparan Proses Pemilahan Sampah di SEKOLA (Rendra Rafsanjani/ EcoRanger)

Pada kegiatan ini, tim EcoRanger juga mempresentasikan berbagai pencapaian yang diraih dalam jangka waktu 9 bulan dari penelitian baseline dan endline yang mereka lakukan. Pertama, program ini telah berhasil mengelola sampah dengan persentase material anorganik daur ulang sebesar 5,77%, material organik 70,3%, dan residu 23,92%. Sampah yang sudah terkumpul kemudian diolah dan dikelola sesuai dengan jenisnya. Sampah organik diolah menjadi kompos, sampah plastik disalurkan ke industri daur ulang, dan sampah residu dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuwangi. Setelah terlaksananya program ini, hampir 100% responden klien SEKOLA mengetahui dan paham mengenai sampah apa saja yang dapat diolah, dan 83% responden tahu jenis sampah yang memiliki nilai jual.

Selain itu, kegiatan edukasi masyarakat yang dilakukan berhasil membuat 89 keluarga di Desa Pancer teredukasi dan 71-nya telah konsisten mempraktekkan proses pemilahan sampah dari sumber sehingga bisa mengurangi jumlah sampah residu hingga 22,9%. Adapun kegiatan EcoRanger Academy yang melibatkan 20 orang ini berhasil memperoleh 8,1 kg sampah anorganik. Salah satu klien SEKOLA, Suprehaten, bercerita bahwa kegiatan memilah sampah ternyata tidak sesulit itu.

“Milah sampah dari rumah ya gak kesulitan, sih. Soalnya sudah terbiasa dipilah-pilah, yang kering sendiri, yang basah ya sendiri. Mungkin karena sudah terbiasa juga. Jadi kalau ada sampah sedikit aja yang tercampur ya, tetap saya pilah.” ujar Suprehaten.

Masyarakat di Dusun Pancer yang telah menjadi klien SEKOLA pun antusias dalam melaksanakan aktivitas-aktivitas pengelolaan sampah. Menurut mereka, terdapat perbaikan kondisi kesehatan lingkungan. Kondisi ini didapatkan setelah lebih memperhatikan pengelolaan sampah yang telah dihasilkan. Mereka pun berpendapat bahwa sampah perlu dikelola dengan baik karena jika tidak maka akan berdampak buruk baik bagi lingkungan maupun kesehatan.

Diharapkan, berbagai kebiasaan baik ini bisa diteruskan di lokasi lain atau bahkan disebarkan ke seluruh Indonesia sehingga pengelolaan sampah yang berkelanjutan bisa terwujud secara bersama-sama.

Bagikan Artikel Ini

Siaran Pers Terkait

Foto Bersama Peserta Kegiatan Sosialisasi Praktik Baik Program Edukasi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat (Rendra Rafsanjani/ EcoRanger)

Menjawab Tantangan Sampah Laut, blubuatbaik Gelar Sosialisasi Praktik Baik Edukasi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat bersama EcoRanger

Diseminasi aksi kolaborasi EcoRanger bersama BCA Digital dan …
Foto 1. Foto Bersama Peserta, Para Expert Training, dan Perwakilan dari Dir. LH Kementerian PPN/Bappenas, UNDP, Pemerintah Kerajaan Denmark, dan Greeneration Foundation. (Faqih Mauludin/ Greeneration Foundation)

Penerapan Ekonomi Sirkular di Tingkat Nasional Memperkuat Pembangunan Rendah Karbon

Kementerian PPN/Bappenas melalui Direktorat Lingkungan Hidup (Dit. LH) …
Dokumentasi peserta Community Gathering HPSN 2021. Sumber: dokumentasi Greeneration Foundation

Peringati HPSN 2021, Greeneration Foundation Ajak Komunitas Pegiat Lingkungan Bersinergi untuk Indonesia Bebas Sampah

Peringati HPSN 2021, Greeneration Foundation Ajak Komunitas Pegiat …
Ingin Terus Mendapatkan Informasi Terbaru Kami? Berlangganan Sekarang

Dengan berlangganan kamu telah menyetujui Kebijakan Privasi yang berlaku.

img 9429 cleanup

Mau up-date tentang kondisi lingkungan terkini?
Berlangganan sekarang!

Masukkan e-mailmu dan kami akan kirimkan berbagai informasi lingkungan menarik dan berbobot hanya untuk kamu, Generasi Hijau!

Dengan berlangganan kamu telah menyetujui Kebijakan Privasi yang berlaku.