ID
|
Cagar Biosfer Indonesia, Solutif Atau Tidak?

Cagar Biosfer Indonesia, Solutif Atau Tidak?

Foto 1. Biosfer Menjaga Hubungan Alam dan Indonesia (Stefano Barzellotti / Shutterstock)
Foto 1. Biosfer Menjaga Hubungan Alam dan Indonesia (Stefano Barzellotti / Shutterstock)

Daftar Isi

Generasi Hijau, tahu kalau bumi terdiri dari banyak lapisan? Manusia dan makhluk hidup lainnya tinggal di salah satu lapisannya, yakni lapisan biosfer. Lapisan ini memberi banyak manfaat untuk mendukung kehidupan. Di sisi lain, ia juga terancam kerusakan yang disebabkan manusia. Cagar biosfer dibuat untuk melindunginya.

Cagar Biosfer

Foto 2. Cagar Biosfer Giam Siak Kecil (publicnews.com)
Foto 2. Cagar Biosfer Giam Siak Kecil (publicnews.com)

Bumi secara geosfer terdiri dari 4 lapisan yaitu, atmosfer, biosfer, litosfer, dan hidrosfer. Lapisan yang kita tinggali adalah biosfer. Biosfer terdiri dari daratan, perairan, dan udara. Jadi, biosfer juga sangat berkaitan erat dengan ketiga lapisan bumi lainnya. Mereka berkaitan karena seluruh kehidupan di bumi terdapat di daratan, perairan, dan udara. Lapisan ini sudah ada di bumi sejak 3.5 triliun tahun lalu. 

Seiring berkembangnya kehidupan di bumi, biosfer juga turut mengalami banyak perubahan. Sayangnya, tak semua perubahan mengarah ke hal yang baik. Faktor manusia lagi-lagi menyebabkan ketidak seimbangan biosfer. Hal ini tidak boleh dibiarkan. Menjaga keseimbangan biosfer penting untuk mempertahankan ekosistem. Oleh karena itu, perlu upaya untuk melindunginya.

Di Indonesia, keseimbangan biosfer dijaga dengan membentuk cagar biosfer. Konsep ini pertama kali dicetuskan oleh UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) pada 1971. Ini adalah sebuah kawasan yang dibentuk untuk melakukan konservasi keanekaragaman hayati sembari membangun sosial dan ekonomi yang berkelanjutan. Cagar dibentuk untuk menyelaraskan pelestarian lingkungan dan pembangunan ekonomi sosial masyarakat. 

Cagar Biosfer Indonesia

Satwa Liar di Tangkoko (Vander San Hulsenbeek / manadosafaris.com)
Foto 3. Satwa Liar di Tangkoko (Vander San Hulsenbeek / manadosafaris.com)

Indonesia telah memiliki 19 cagar biosfer. Cagar di Indonesia masuk dalam WNBR (World Network of Biosphere Reserves). Di tahun 2020, UNESCO telah menetapkan 3 cagar biosfer baru di Indonesia. Cagar tersebut adalah Bunaken Tangkoko Minahasa, Karimunjawa Jepara Muria, dan Merapi Merbabu Menoreh. Hingga saat ini, luas cagar biosfer di Indonesia hampir mencapai 30 juta hektare. Indonesia yang punya kekayaan alam yang beragam, menghadirkan beragam biosfer pula. Biosfer disini melindungi ekosistem pesisir, perairan, dan hutan.

Biosfer dipercaya sebagai salah satu solusi untuk menjaga keharmonisan konservasi lingkungan dan pembangunan sosial ekonomi. Oleh karena itu, skema keberlanjutan jadi prioritas utama. Untuk menjaga keharmonisan, cagar alam dibagi jadi 3 zona dalam pengelolaannya. Pertama adalah zona inti yang fokus pada ranah konservasi. Kedua adalah zona penyangga yang berfungsi sebagai pelindung zona inti. Ketiga adalah zona transisi untuk pembangunan berkelanjutan.

Ancaman Kerusakan Biosfer

Foto 4. Pengusutan Pembalakan Liar Biosfer Giam Siak Kecil (riaumandiri.co)
Foto 4. Pengusutan Pembalakan Liar Biosfer Giam Siak Kecil (riaumandiri.co)

Meskipun telah dicanangkan sebagai solusi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, gesekan kepentingan manusia dan alam masih saja terjadi. Nyatanya 38 cagar biosfer di Indonesia dicabut statusnya karena kerusakan yang terjadi. Kasus ini dapat terlihat dari Cagar Biosfer Wakatobi yang ekosistemnya terancam kerusakan. Ancaman tersebut datang dari penambangan pasir yang dilakukan masyarakat lokal. Pada kasus ini, masyarakat seakan tak punya pilihan karena lesunya pertumbuhan ekonomi. Sebagai jalan tengah, akhirnya masyarakat diizinkan untuk menambang pasir hanya dengan alat tradisional untuk meminimalisir kerusakan.

Indonesia bisa belajar pada Cagar Biosphere Bia di Ghana. Masyarakat setempat didukung untuk mengembangkan potensi ekonomi hijau. Masyarakat yang semula sangat tergantung pada hasil hutan asli seperti perkebunan kakao, diberi alternatif mata pencaharian lain. Contohnya, budidaya jamur, siput, dan lebah madu. Untuk mengelola peluang usaha baru, mereka juga dibekali pengetahuan dan pelatihan. Strategi ini diterapkan untuk mengurangi ketergantungan pada hutan disaat populasi penduduknya meningkat. 

Berkaca dari permasalahan yang terjadi, kita tahu status “cagar biosfer” memerlukan upaya maksimal menjaga keseimbangan kebutuhan manusia dan alam. Jangan sampai masyarakat lokal dilepas bertahan hidup sendiri tanpa ada alternatif mata pencaharian.

Referensi

Green economy initiatives reconcile people and nature in Ghana. (2017, December 22). UNESCO. Retrieved July 28, 2022.

Hampir 30 Juta Hektar Luas Cagar Biosfer Indonesia. (2020, November 17). Aktualdetik. Retrieved July 28, 2022.

PERAN CAGAR BIOSFER CIBODAS DALAM PENYERAPAN CO2 (The Role of Cibodas Biosphere Reserves in Absorbing CO )2. (n.d.). Neliti. Retrieved July 28, 2022.

Salman, R. (2021, October 6). Menilik ulang satu dasawarsa Cagar Biosfer Wakatobi. Ekuatorial. Retrieved July 28, 2022.

Sevilla, R. A. (2022, May 19). biosphere. National Geographic Society. Retrieved July 28, 2022.

3 Cagar Biosfer Baru di Indonesia – Maputo. (2021, March 22). Kementerian Luar Negeri. Retrieved July 28, 2022.

Ingin Terus Mendapatkan Informasi Terbaru Kami? Berlangganan Sekarang

Dengan berlangganan kamu telah menyetujui Kebijakan Privasi yang berlaku.

img 9429 cleanup

Mau up-date tentang kondisi lingkungan terkini?
Berlangganan sekarang!

Masukkan e-mailmu dan kami akan kirimkan berbagai informasi lingkungan menarik dan berbobot hanya untuk kamu, Generasi Hijau!

Dengan berlangganan kamu telah menyetujui Kebijakan Privasi yang berlaku.